Kuala Lumpur, Juni 2025 — Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia memperluas jalinan kerja sama akademik internasional melalui kegiatan kuliah umum di Universiti Malaya (UM). Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., dosen sekaligus Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI, tampil sebagai Profesor Undangan dalam kuliah umum bertajuk “Representasi Perempuan dalam Cerita Rakyat Indonesia & Malaysia” yang diselenggarakan di Bilik Kuliah Kemboja, Universiti Malaya, Selasa, 3 Juni 2025 pukul 10.00 pagi waktu setempat.

Sumber: Dok. Istimewa (2025)

Kuliah umum ini diselenggarakan oleh Akademi Pengajian Melayu Universiti Malaya dan menjadi bagian dari program kerja sama riset internasional antara Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd, Dr. Halimah, M.Pd., dengan Dr. Mardian Shah Omar, dosen dan peneliti budaya Melayu dari Universiti Malaya, dalam kajian interdisipliner tentang representasi gender dalam cerita rakyat Nusantara. Acara dibuka dan disambut hangat oleh Dekan Akademi Pengajian Melayu UM, Prof Madya Dr Sabzali Musa Kahn, serta dihadiri para dosen dan mahasiswa.

Sumber: Dok. Istimewa (2025)

Dalam paparannya, Prof. Yulianeta menyoroti bagaimana tokoh perempuan dalam cerita rakyat Indonesia dan Malaysia sering kali menjadi representasi tarik-ulur antara budaya patriarkal dan nilai-nilai emansipatoris. Kisah-kisah seperti Keong Mas dan Dayang Senandung dijadikan titik tolak analisis mengenai suara, tubuh, dan simbolisasi perempuan dalam wacana tradisional yang terus dibaca ulang dalam konteks kekinian.

Cerita rakyat adalah ruang simbolik tempat nilai budaya bersemayam dan bergulat. Dari sanalah kita bisa membaca arah perubahan peran perempuan di masyarakat,” ujarnya.

Kuliah umum ini juga menjadi langkah awal pengembangan kegiatan riset bersama, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta seminar kolaboratif di masa mendatang antara UPI dan UM. Kolaborasi ini menegaskan komitmen FPBS UPI dalam mendorong mobilitas akademik dan internasionalisasi program studi, sekaligus memperkuat kontribusi keilmuan dalam kajian sastra dan budaya di Asia Tenggara.