Bandung, UPI

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru di era digital, Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (STI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) bagi guru SD, SMP, dan SMA Kota dan Kabupaten Bandung pada 30 Juni – 4 Juli 2025 bertempat di Gedung PPPG UPI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kepercayaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kepada Direktorat STI UPI yang telah lolos sebagai Lembaga Penyelenggara Diklat  (LPD) Koding dan Kecerdasan Artifisial.

Dalam waktu dekat Kemendikdasmen akan menetapkan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai mata Pelajaran pilihan di SD kelas 5 dan 6 serta SMP dan SMA/SMK. Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan era Industri 4.0 dan Masyarakat 5.0, mencakup berpikir komputasional, literasi digital, pemrograman, dan etika KA. Materi diajarkan bertahap dari SD hingga SMA/SMK, didukung pelatihan guru dan infrastruktur teknologi.

Dalam implementasi pembelajaran tersebut, Kemendikdasmen telah melakukan serangkaian upaya diantaranya menyiapkan kajian naskah akademik pembelajaran koding dan KA yang diluncurkan pada Februari 2025, melakukan proses seleksi terhadap LPD sebagai Lembaga penyelenggaran diklat dan, menyiapkan modul bahan ajar serta menggelar kegiatan Training of Trainer (ToT) Calon Fasilitator Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) untuk guru Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru.

Fasiltator yang berhak untuk mengajar pada Lembaga diklat Koding dan KA adalah yang telah lulus diklat tersebut dan memiliki sertifikat.  Dr. Cepi Riyana, M.Pd, selaku penanggung jawab LPD UPI menjelaskan bahwa esensi materi yang akan dilatihkan kepada guru meliputi pengenalan konsep dasar koding, pentingnya literasi digital dalam dunia pendidikan, orientasi LMS, pengenalan modul fase C, D, E, dan F, serta penguatan peran fasilitator dalam konteks andragogi.

Secara operasional penyelenggaraan diklat ini dijelaskan Ridwan Sutisna, M.Pd. selaku PIC LPD UPI merupakan hasil kolaborasi antara Kemendikdasmen, Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Metode pelaksanaan diklat dengan In-1 On dan In-2 yakni gabungan antara pelaksanaan pelatihan secara luring di tempat pelatihan dan pelatihan secara mandiri melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS), dengan total 40 jam pelatihan setara dengan 5 hari.

Direktorat STI UPI memiliki kesiapan perangkat, fasilitas dan imfrastruktur IT yang memadai untuk penyelenggaraaan diklat tersebut juga didukung oleh SDM Dosen sebagai fasilitator yang memiliki kompetensi dan kualifikasi dalam bidang IT. Semoga Upaya tersebut memberiklan dampak langsung terhadap kesiapan guru SD-SMA/SMK dalam mempelajarkan koding untuk siswa yang pada gilirannya menyiapkan SDM unggul di masa depan. (Kontributor Humas UPI/DSTI UPI)