Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan Universiti Malaysia Sabah serta International Association of Economic and Business (IAEB) menyelenggarakan  seminar Internasional di Auditorium Gedung B FPEB (30/6/2025).

Hadir narasumber yaitu Dr. Siti Hajar Samsu, Ph,.D, dosen Universiti Malaysia Sabah  yang membahas tentang Subjective Economics Wellbeing.  Dr. Mohamad Isa Abd Jalil, dosen Universiti Malaysia Sabah yang membahas The Influence of Imported Meat, Poultry, and Eggs on Local Pricing Strategies in Sabah. Dr Abdul Rahim Ridzuan,dosenUniversiti Malaysia Sabah   yang membahas New Insights of Linear and Nonlinear Relationship Between Land Transportation and Carbon Emissions In Malaysia.

Hasil penilitian Dr. Siti Hajar Samsu, Ph,D menjelaskan bahwa warga pedesaan Malaysia melaporkan kesejahteraan emosional yang lebih tinggi. Selain itu Perlis sering melaporkan kebahagiaan sehari-hari yang lebih besar karena ikatan sosial yang lebih kuat, dan kohesi komunitas.

Menurutnya, kesejahteraan ekonomi subjektif merupakan konsep yang kompleks dan memiliki banyak sisi yang menggabungkan faktor ekonomi objektif dan persepsi serta perasaan subjektif. Selain itu, menilai kesejahteraan subjektif individu akan memberikan wawasan tentang bagaimana orang dan masyarakat mengalami aspek kehidupan mereka.

Dr. Siti Hajar Samsu, Ph,D  menjelaskan tentang studi secara konsisten menunjukkan bahwa pengeluaran merupakan prediktor kuat dari kesejahteraan subjektif. Namun, hubungan tersebut tidak langsung, dan faktor-faktor lain seperti nilai-nilai sosial dan pribadi dapat memoderasi hal ini. Selanjutnya, Individu dengan kontrol keuangan yang lebih besar cenderung melaporkan tingkat dukungan dan hubungan yang lebih tinggi atas pengalaman ekonomi subjektif mereka. Sebaliknya, mereka yang stres atau tidak aman cenderung memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah. Selain itu, tingkat kepemilikan subjektif Property ditemukan berhubungan positif dengan kesejahteraan ekonomi subjektif, keamanan, dan stabilitas.

Menurutnya, pengeluaran secara signifikan memengaruhi kesejahteraan ekonomi (SEW) karena secara langsung memengaruhi aspirasi, kemampuan hidup, dan mempertahankan kebutuhan individu. ‘’Ketika pengeluaran selaras dengan prioritas, hal itu menumbuhkan rasa kontrol dan kepuasan, yang berdampak positif pada kendala keuangan atau salah urus. Sebaliknya, sumber daya dapat menyebabkan perasaan berkurangnya kesejahteraan’’ujarnya (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI).