
Bandung, UPI
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi melepas delapan mahasiswa peserta Program Guru Bantu ke Australia Tahun 2025 dalam sebuah acara hangat yang diselenggarakan di Ruang Rapat Gedung A FPBS UPI, Jumat (11/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UPI memperkuat perannya dalam pendidikan global sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui diplomasi pendidikan dan budaya.
Program ini dirancang tidak hanya untuk memperluas pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian nyata kepada bangsa. Mahasiswa UPI yang diberangkatkan ke Australia akan mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) serta memperkenalkan budaya Indonesia kepada siswa dan komunitas internasional di sekolah-sekolah mitra.
Pelepasan Mahasiswa sebagai Wujud Internasionalisasi Pendidikan
Sebagian besar peserta program berasal dari FPBS UPI, yaitu Syahvieri Sarusu, Lydia Kusdyanti Lasya dan Safhira Auralia Rahman (Pendidikan Bahasa Inggris), Destiani (Pendidikan Bahasa Indonesia), (Pendidikan Bahasa Inggris), Keisha Lalitha Aghniasari (Bahasa dan Sastra Inggris), dan Fathyah Azzahra (Pendidikan Bahasa Korea). Satu peserta lainnya berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yakni Venus Zauhair Amru dari Program Studi International Program on Science Education (IPSE).
Selama di Australia, Venus Zauhair Amru akan mengajarkan ilmu sains sesuai bidang keahliannya. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi ini menunjukkan bahwa program pengabdian lintas negara terbuka bagi lintas disiplin ilmu, serta memperkaya perspektif kolaboratif dalam ranah keilmuan dan kebudayaan.
Kolaborasi Strategis Lintas Lembaga dan Negara
Program Guru Bantu ke Australia terselenggara atas kerja sama strategis antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra – Prof. Yuli Rahmawati, M.Sc., Ph.D., Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa – Kemendiknas, serta sekolah-sekolah mitra di Australia.
Kolaborasi ini memperkuat eksistensi Bahasa Indonesia di kancah global dan memperluas jaringan diplomasi lunak Indonesia melalui pengajaran, seni, budaya, dan interaksi antarpersonal yang dilakukan langsung oleh generasi muda akademisi.
Acara pelepasan turut dihadiri oleh para pimpinan fakultas dan program studi sebagai bentuk dukungan moral dan akademik kepada mahasiswa. Hadir di antaranya Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS), Yanty Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPBS), Prof. Dr. Sumiyadi, M.Hum. (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia), Prof. Emi Emilia, M.Ed., Ph.D. (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Dr. Rojab Siti Rodliyah, S.Pd., M.Ed. (Sekretaris Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Didin Samsudin, M.M., CHCM., CIT. (Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Korea) serta dari FPMIPA hadir pula Prof. Al Jupri, S.Pd., M.Sc., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Akademik FPMIPA) dan Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. (Ketua Program Studi IPSE).
Pengabdian Global Dimulai dari Ruang Kelas
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kesiapan para mahasiswa. Ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan pengajaran, melainkan bentuk pengabdian global yang sarat makna.
“Kalian membawa bukan hanya ilmu, tetapi juga karakter, nilai, dan wajah Indonesia di panggung dunia. Ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk pengabdian. Semoga pengalaman ini memperluas cakrawala, memperkuat jati diri, dan membuka jalan kontribusi kalian di tingkat global,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa para peserta telah mendapatkan pembekalan akademik, pedagogis, serta pemahaman lintas budaya agar mampu beradaptasi dan tampil profesional dalam konteks pendidikan internasional yang multikultural.
Kontribusi Nyata terhadap SDGs
Program Guru Bantu ke Australia ini merupakan wujud nyata kontribusi UPI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Terwujud melalui pengajaran lintas negara yang mendorong peningkatan literasi global dan pemahaman lintas budaya melalui bahasa dan pendidikan.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: Terimplementasi melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi (UPI, Unnes, Unesa), Badan Bahasa – Kemendiknas, atase pendidikan luar negeri (Atdikbud KBRI Canberra), serta sekolah-sekolah mitra di Australia.
Kemitraan lintas institusi ini menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pendidikan global yang berkelanjutan.
Melalui peran mereka sebagai pengajar sekaligus duta budaya, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjembatani pemahaman antarbangsa, memperkuat toleransi, dan membangun jejaring kolaboratif yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan.

