
Bandung, UPI
Dalam semangat menguatkan peran fisika dalam menjawab tantangan masyarakat modern, tiga perguruan tinggi menjalin kolaborasi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Fisika Mengabdi”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga pekan berturut-turut secara daring melalui platform Zoom, dan secara resmi dibuka oleh Kaprodi Pendidikan Fisika UPI, Dr. Achmad Samsudin, M.Pd., serta ditutup oleh Kaprodi Fisika UPI, Prof. Dr. Endi Suhendi, M.Si. Kegiatan ini berhasil menghimpun total pendaftar sebanyak 589 orang dan diikuti secara aktif oleh lebih dari 490 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.


“Fisika Mengabdi” menjadi bentuk konkret pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, yang mengintegrasikan riset dan pembelajaran fisika dengan kebutuhan riil di lapangan. Kegiatan ini menyajikan berbagai topik yang tidak hanya aktual secara keilmuan, tetapi juga dekat dengan konteks sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat.
Sesi pertama pada 21 Juni 2025 mengangkat tema “Inovasi Pembelajaran Fisika & Reduksi Miskonsepsi” dengan dua topik utama. Materi pertama, “Pelatihan Perangkat Pembelajaran DELIVER untuk Mereduksi Miskonsepsi”, disampaikan oleh Nur Habib Muhammad Iqbal, M.Pd., bersama tim: Dr. Achmad Samsudin, M.Pd., Prof. Dr. Andi Suhandi, M.Si., Nanang Dwi Ardi, M.T., Nurdini, M.Pd., Nuzulira Janeusse Fratiwi, M.Pd., dan Agus Syarif.

Materi kedua, “Perancangan Learning Task berbantuan Virtual Lab untuk melatihkan keterampilan Critical Thinking dan Computational Thinking”, dibawakan oleh Raden Giovanni Ariantara, M.Pd. dan Drs. Iyon Suyana, M.Si., didukung oleh tim: Dra. Heni Rusnayati, M.Si, Prof. Dr. Parlindungan Sinaga, M.Si., Dr. H. Andhy Setiawan, M.Si., Arif Hidayat, Ph.D., dan Regi Agung Muhammad Khoerulloh, S.E.

Peserta diberi tugas untuk menyusun refutation text berbasis DELIVER dan merancang skenario tugas pembelajaran berbasis virtual lab yang kontekstual.
Melanjutkan semangat kolaborasi di pekan pertama, sesi kedua yang berlangsung pada 28 Juni 2025 mengangkat tema “Integrasi Etnofisika, Energi Surya, dan Literasi Lingkungan”. Sesi pertama dibuka oleh Prof. Dr. Winny Liliawati, M.Si., dengan materi “Etnofisika dalam Pembelajaran Fisika”, bersama tim: Dr. Judhistira Aria Utama, M.Si., Dr. H. Dadi Rusdiana, M.Si., Fitria Arifiyanti, M.Pd., M. Reza Dwi Saputra, M.Pd., dan Dadang Mulyadi, S.E.

Materi kedua, “Pelatihan Instalasi Perangkat Pembangkit Listrik Sel Surya untuk Pompa Air”, disampaikan oleh Dr. Ahmad Aminudin, M.Si., bersama tim: Dr. Hera Novia, M.T., Dedi Sasmita, M.Si., Utami Widyaiswari, M.Si., Feri Apryandi, M.Si., dan Muhamad Nur Dandy, S.Pd.

Sesi ketiga ditutup oleh Dr. Selly Feranie, M.Si. dan Drs. Amsor, M.Si., dengan materi “Literasi Lingkungan: Green Tech Land dan Pemanfaatan Sampah Organik untuk Reservasi Air”, didukung oleh tim: Agus Fany Chandra Wijaya, M.Pd., Iin Suminar, M.Pd., Lasmita Sari, M.Si., Suci Ramayanti, M.Si., dan Sri Susanti, S.A.P.

Sebagai tindak lanjut, peserta ditugaskan membuat video dokumentasi praktik pengolahan sampah organik dan pembuatan pupuk organik cair (POC).

Sesi ketiga, yang digelar pada 5 Juli 2025, menutup rangkaian dengan tema “Penerapan Fisika dan Inovasi Penilaian”. Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Hj. Lilik Hasanah, M.Si., dengan materi “Pemanfaatan Green Industry Sel Surya”, bersama tim: Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., Irma Rahma Suwarma, Ph.D., Lathifa Nur Ramdhania, M.Sc., Nur Endah Susilowati, M.Pd., dan Hana Susanti, S.Ap.
Materi kedua, “Penerapan Rangkaian Listrik DC dalam Kehidupan Sehari-hari”, dibawakan oleh Drs. Agus Danawan, M.Si., bersama tim: Dr. Ika Mustika Sari, M.Pfis, Alfiansah Sandion Prakoso, M.Pd., Mohammad Dharul Asmawan, M.Si., Dr. Mimin Iryanti, M.Si., dan Yizal Fajri.

Sesi ketiga disampaikan oleh Dr. Duden Saepuzaman, M.Pd., yang mengangkat topik “Inovasi Asesmen Formatif dalam Pembelajaran Fisika”, didukung oleh tim: Dr. Muslim, M.Pd., Prof. Dr. Endi Suhendi, M.Si., Dr. Ridwan Efendi, M.Pd., Lina Aviyanti, Ph.D., Rizki Zakwandi, M.Pd., dan Cahyo Puji Asmoro, S.Pd., M.Si.

Peserta juga diberi tugas untuk merancang asesmen formatif yang terintegrasi dalam skenario pembelajaran fisika.
Seluruh rangkaian kegiatan “Fisika Mengabdi” tidak hanya memperkuat kolaborasi antara UPI dan dua perguruan tinggi mitra di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga membuka ruang diskusi dan praktik nyata antara dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat luas. Topik-topik yang diangkat mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menjadikan fisika sebagai ilmu yang kontekstual, aplikatif, dan responsif terhadap tantangan zaman, termasuk transformasi pendidikan, krisis energi, dan isu lingkungan.
Salah satu peserta, guru fisika dari NTT, menyampaikan bahwa pendekatan yang diperoleh selama pelatihan memberikan inspirasi konkret untuk diterapkan di kelasnya. “Saya merasa lebih percaya diri mengembangkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa, terutama dalam mengaitkan konsep fisika dengan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Peserta lainnya juga mengapresiasi materi yang disampaikan karena sangat relevan dengan tantangan pembelajaran abad 21. “Materi-materi seperti computational thinking dan etnofisika sangat membuka wawasan saya,” ujar seorang peserta dari Kalimantan.
Sejumlah narasumber pun mengapresiasi antusiasme peserta yang tetap tinggi meskipun kegiatan berlangsung secara daring. “Diskusi dan tugas yang dihasilkan peserta menunjukkan bahwa semangat belajar dan kolaborasi lintas wilayah masih sangat kuat,” ujar salah satu pemateri. Salah satu peserta dari Sulawesi juga menyampaikan apresiasi atas materi yang aplikatif, menyebutnya sebagai ‘jawaban atas tantangan guru fisika masa kini’. Tim penyelenggara dari ketiga perguruan tinggi juga tengah merancang tindak lanjut berupa pengembangan modul, publikasi hasil kegiatan, serta penjajakan program kemitraan di masa mendatang. Semangat berbagi dan kolaborasi inilah yang akan terus dijaga dalam program- program pengabdian dan pelatihan berikutnya, demi mendukung transformasi pendidikan yang lebih kontekstual dan berdampak.[]

