Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan The 5th International Seminar of Physical Education, Sport and Health (ISPESH) 2025. Kegiatan berlangsung di Auditorium JICA FMIPA UPI secara hybrid, pada Rabu dan Kamis (16–17/07/2025).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Panitia ISPESH 2025, Dr. Burhan Hambali, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar tahun ini menghadirkan narasumber dari berbagai negara, serta mendorong kolaborasi riset lintas institusi, termasuk peluang kerja sama publikasi dan program mobilitas akademik.

Seminar internasional ini mengangkat tema “The Future of Physical Education, Sport, Health and Recreation: Challenges and Opporrtunities”. Fokus utamanya membahas terkait tantangan dan peluang masa depan dalam bidang pendidikan jasmani, olahraga, kesehatan, dan rekreasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Usaha dan Kerjasama UPI Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.A., yang mewakili Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Bunyamin menekankan pentingnya agenda internasional seperti ISPESH dalam memperkuat jejaring kolaborasi akademik dan peningkatan reputasi global UPI.

Sementara itu, Dekan FPOK UPI, Prof. Agus Rusdiana, M.A., Ph.D., dalam sesi wawancara menegaskan bahwa ISPESH menjadi langkah strategis UPI sebagai PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum) untuk menembus peringkat internasional dan menjadi World Class University.

“UPI harus bersaing dengan universitas top nasional seperti UGM, UI, dan ITB. Melalui seminar ini, kami tidak hanya mengundang profesor luar negeri, tapi juga membangun kerja sama konkret seperti summer program, mobilitas mahasiswa, dan kolaborasi publikasi. Tahun ini kami tindak lanjuti kerja sama dengan universitas di China, Malaysia, dan merencanakan ke Texas, AS,” jelas Prof. Agus.

Ia juga menambahkan bahwa UPI mendorong kolaborasi riset dan publikasi antara dosen dan mahasiswa dengan profesor dari negara maju seperti Amerika, Eropa, Thailand, dan Malaysia. Mahasiswa pun didorong untuk memperoleh pengalaman akademik internasional minimal satu semester di luar negeri.

Hari pertama ISPESH menghadirkan dua sesi keynote speech, yang diisi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, serta para akademisi terkemuka seperti Prof. Takahiro Sato (University of Tsukuba, Jepang), Prof. Ma Xindong (Tsinghua University, China), Puan Wahidah Tumijan (Universiti Teknologi MARA, Malaysia), dan Prof. Caly Setiawan, Ph.D. (Universitas Negeri Yogyakarta).

Pada hari kedua, seminar menghadirkan narasumber nasional seperti Prof. Dr. Heny Setyawati, M.Si. (UNNES), Dr. Casriwan, M.Pd., dan Dr. Nuryadi, M.Pd., yang keduanya merupakan dosen sekaligus Associate Professor di UPI. Mereka membahas penguatan peran pendidikan jasmani dan olahraga dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan tangguh.

ISPESH 2025 diharapkan menjadi katalisator internasionalisasi UPI dalam bidang sport science, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus memperkuat posisinya dalam peta pendidikan tinggi global.

(teks: ratih latifah; foto: deny nurahmat; edit:dodiangg)