Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali menunjukkan konsistensinya dalam mendorong internasionalisasi kampus melalui penyelenggaraan The 5th International Seminar of Physical Education, Sport, and Health (ISPESH) 2025 di Auditorium JICA FMIPA UPI secara luring dan daring, pada Rabu dan Kamis (16-17/07/2025).

Seminar international yang mengusung tema “The Future of Physical Education, Sport, Health and Recreation: Challenges and Opportunities” ini menghadirkan berbagai narasumber dari Indonesia, Jepang, China, dan Malaysia, yang membahas tantangan dan peluang pendidikan jasmani di masa depan, termasuk penerapan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam konteks pembelajaran jasmani di sekolah.

Kepala Program Studi PJKR, Dr. H. Carsiwan, M.Pd., menyampaikan bahwa ISPESH 2025 merupakan bentuk kontribusi konkret PJKR untuk mendukung misi UPI sebagai World Class University.

“Kami telah lima kali menyelenggarakan seminar ini secara konsisten. Tahun ini, kami bermitra dengan 7 jurnal internasional terindeks Scopus Q2 dan Q3, serta 2 prosiding internasional. Target kami adalah menghasilkan 93 artikel ilmiah, dan hingga saat ini sudah masuk sekitar 130 naskah, yang 60 persen di antaranya berasal dari dosen-dosen PJKR dan FPOK,” ungkap Dr. Carsiwan.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, Prodi PJKR menargetkan untuk mengundang pembicara dari Amerika dan Eropa guna memperluas cakupan kolaborasi akademik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia ISPESH 2025, Dr. Burhan Hambali, M.Pd., menegaskan bahwa luaran ilmiah merupakan fokus utama kegiatan ini. Selain memperkuat jejaring akademik internasional, seminar ini juga dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi sivitas akademika UPI.

“Kami menargetkan hasil nyata berupa artikel di jurnal dan prosiding. Tahun ini menjadi momentum penting karena tantangan pendidikan jasmani masa depan kian kompleks, terutama dalam menghadapi transformasi teknologi dan integrasi AI dalam pendidikan,” terang Dr. Burhan.

ISPESH 2025 juga menjadi wadah diskusi strategis mengenai pengembangan kurikulum, literasi olahraga, dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan jasmani, sejalan dengan arah kebijakan nasional dan global dalam bidang kesehatan dan kebugaran.

Dengan konsistensi dan kualitas luaran yang terukur, ISPESH 2025 menjadi salah satu bentuk kontribusi UPI, khususnya Prodi PJKR, dalam mendorong visinya sebagai kampus pendidikan bertaraf internasional.

(teks: ratih latifah; foto: deny nurahmat; edit:dodiangg)