
Bandung, UPI
Dalam rangka memperkuat peran akademisi dalam pengembangan prestasi olahraga nasional, Program Studi Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan Hilirisasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat dengan menggandeng atlet pencak silat yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung.
Kegiatan ini difokuskan pada pengambilan data atlet secara komprehensif, yang mencakup aspek karakteristik individu, antropometri, serta somatotipe. Data yang diperoleh selanjutnya diintegrasikan ke dalam sebuah sistem berbasis aplikasi digital bernama Nutritional Assessment Report for Young Athletes (NARYA), yang dikembangkan oleh tim dari Program Studi Gizi UPI dengan Direktorat Inovasi dan Pusat Unggulan Universitas (DIPUU) UPI.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet muda, khususnya dalam aspek status gizi dan komposisi tubuh,” ujar Dr. Syifa F. Syihab yang merupakan salah satu peneliti dari tim pengabdian Program Studi Gizi UPI.


Aplikasi NARYA dirancang untuk membantu pelatih, ahli gizi olahraga, dan pihak terkait dalam melakukan evaluasi serta perencanaan intervensi gizi berbasis data yang objektif. Dengan adanya integrasi data karakteristik, antropometri, dan somatotipe, aplikasi ini mampu menghasilkan laporan penilaian gizi yang akurat, personal, dan mudah dipahami.
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dengan dunia olahraga profesional, dalam upaya membangun ekosistem pembinaan atlet muda yang lebih ilmiah, terstruktur, dan berkelanjutan”, ujar Prof. Dr. H. Mulyana, M.Pd selaku Wakil Ketua Umum II KONI Kota Bandung.
Diharapkan, hasil kegiatan hilirisasi ini dapat mendorong implementasi teknologi informasi dalam pengelolaan data atlet, serta membuka peluang untuk replikasi di cabang olahraga lain dan wilayah berbeda di Indonesia.

