
Bandung, UPI
Seminar Nasional Bahasa Korea yang diselenggarakan selama dua hari ini berhasil menjadi ruang kolaboratif antara pengajar, sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam rangka mendorong pengembangan pembelajaran Bahasa Korea di tingkat SMP dan SMA di Indonesia. Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Gedung B Lt.4 Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Kota Bandung, Jawa Barat. Kamis (25/07/2025).
Acara ini diinisiasi sebagai upaya memperluas akses dan kualitas pengajaran Bahasa Korea, dengan dukungan dari Korea Education Center (KEC). Para peserta seminar terdiri dari guru-guru pengampu Bahasa Korea, kepala sekolah, serta perwakilan instansi pendidikan dari berbagai wilayah Indonesia.
Tema seminar tahun ini bukan sekadar menjadi ajang refleksi atas praktik-praktik pengajaran bahasa Korea yang telah kita lakukan, melainkan juga merupakan sebuah ikhtiar kolektif untuk merespons dinamika dan tantangan baru dalam dunia pendidikan bahasa asing, khususnya dalam konteks Indonesia.
Presiden AJARI Didin Samsudin, S.E., M.M., CHCM. CIT., mengungkapkan,“Kita memahami bahwa buku ajar, metode pembelajaran, dan asesmen bukanlah komponen yang berdiri sendiri. Ketiganya merupakan elemen yang saling terhubung dan secara bersama-sama menentukan arah serta kualitas pembelajaran. Dalam konteks kebijakan pendidikan nasional saat ini, semuanya dituntut untuk mendukung terwujudnya pembelajaran yang bermakna yang secara khusus disebut sebagai pembelajaran mendalam (Deep Learning).”
Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, seminar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Bahasa Korea sebagai bagian dari pilihan pendidikan multibahasa yang relevan dan prospektif di Indonesia.
Deep Learning mendorong kita untuk membangun proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada penguatan proses berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif. Di sinilah relevansi seminar ini menjadi semakin nyata: bagaimana para pengajar bahasa Korea di Indonesia dapat merancang materi, strategi, dan pengalaman belajar yang tidak hanya menyampaikan isi, tetapi juga membentuk pemahaman yang utuh, sikap yang bijak, dan keterampilan abad ke-21.
Didin Samsudin juga berharap,“melalui seminar ini, akan terbangun ruang dialog yang terbuka, lintas perspektif, dan bersifat konstruktif. Kami percaya bahwa para guru yang hadir di ruangan ini memiliki peran penting dalam membangun jembatan antara sistem pendidikan Korea dan konteks lokal Indonesia, baik dari sisi kurikulum, sumber belajar, maupun pendekatan pedagogis.”
Sementara itu, Direktur KEC (Korea Education Center ) H.E. Mr. Kim Gyu Nyun dalam sambutannya menyampaikan,“Kami ingin lebih banyak sekolah yang membuka program Bahasa Korea dan semakin banyak guru serta siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran ini.”
Pihak Korea Education Center juga menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan, termasuk pelatihan guru, penyediaan materi ajar, dan bentuk-bentuk kerja sama lainnya guna memperkuat kualitas pengajaran Bahasa Korea di Indonesia.
“Kami ingin membangun jembatan yang lebih luas agar para pelajar Indonesia tidak hanya belajar Bahasa Korea, tetapi juga melanjutkan pendidikan tinggi di Korea. Ini bagian dari visi jangka panjang untuk mempererat hubungan pendidikan antara kedua negara,” tutup Direktur KEC.
Mari bersama-sama menjadikan seminar ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat pendidikan bahasa Korea di Indonesia lebih kontekstual, lebih bermakna, dan lebih siap menjawab tantangan zaman. Lebih jauh, seminar ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan peluang pendidikan tinggi di Korea bagi pemuda Indonesia. (rizaibrahim/edit:dodiangga)






