
Bandung, 19 Juli 2025
Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersinergi dalam kegiatan pengabdian masyarakat lintas disiplin di Pondok Modern Ilmu Al-Qur’an Nurrohmah II, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan UPI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Mengusung tema “Cegah Kudisan, Tingkatkan Iman: Literasi Kesehatan Kulit untuk Pesantren Sehat dan Mandiri”, kegiatan ini menyatukan pendekatan medis dan sastra dalam menyampaikan edukasi kepada para santri. Tujuan utamanya adalah meningkatkan literasi kesehatan kulit, khususnya dalam pencegahan penyakit scabies (kudis), yang umum terjadi di lingkungan padat seperti pesantren.
Tim FK UPI yang terdiri dari dr. Gita S. Purnama Adiprima, Sp.KK dan dr. Muhammad Ersyad Hamda, M.Kes. menyampaikan edukasi tentang gejala, penyebab, dan pencegahan scabies secara ilmiah dan komunikatif. Para santri diajak mengenali pentingnya kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan efektif.

Sementara itu, tim FPBS UPI yang dipimpin oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. dan Dr. Halimah, M.Pd. mengajak para santri menggali pemahaman kesehatan melalui kegiatan sastra, seperti membuat pantun, puisi, dan cerita pendek bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pendekatan ini memperkuat pesan kesehatan dalam format kreatif dan kontekstual.
Mahasiswa FK UPI turut aktif melakukan pemeriksaan kesehatan dasar dan memberikan penyuluhan secara langsung kepada para santri. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran lapangan bagi calon dokter, khususnya dalam mengasah keterampilan komunikasi, empati, dan edukasi komunitas.
Kolaborasi FK dan FPBS UPI ini menjadi contoh konkret penerapan pendekatan transdisipliner dalam pengabdian masyarakat. Tak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga memberdayakan literasi sebagai instrumen perubahan sosial di lingkungan pendidikan keagamaan.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para santri. Salah satu peserta, Baraka (kelas 9), menyampaikan apresiasinya: “Semoga kampus seperti UPI terus hadir di masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menyenangkan.”
Melalui pendekatan yang menyentuh dimensi medis dan humaniora, kegiatan ini memperkuat peran UPI sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga hadir secara aktif dan relevan di tengah masyarakat. (kontributor)

