Subang, 22 Juli 2025

Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UPI) melaksanakan penjajakan lokasi pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Inisiatif ini merupakan bagian dari kontribusi nyata FK UPI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya:

  • SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), wilayah Jalancagak masih memiliki tantangan dalam penurunan angka stunting. Oleh karena itu, keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas lokal dan intervensi berbasis komunitas dinilai sangat strategis.

Penjajakan ini dilakukan berdasarkan Surat Tugas Dekan FK UPI Nomor: B-1031/UN40.A9/PT.01.01/2025, yang menugaskan Sarna Suryana, S.Pd., M.Pd. dan Ramdhan Nugraha, S.M. Kegiatan difasilitasi oleh Yeni Nuryeni, S.T., dari pihak Kecamatan Jalancagak dan disambut langsung oleh Sekretaris Kecamatan, Bapak Udin Haerudin, S.Pd., M.M.Pd. mewakili Camat Jalancagak. Rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Tambakan, yang dinilai sebagai salah satu desa prioritas karena memiliki potensi agrikultur dan komitmen tinggi terhadap pengembangan lokal. Rombongan diterima hangat oleh Kepala Desa Tambakan, Bapak Dadang Sukari, S.A.P., bersama jajaran perangkat desa serta Direktur BUMDes Tambakan Ngahiji, Bapak Ade Sunaryo, dan tim.

Dalam sesi diskusi dan survei lapangan, diperkenalkan sejumlah potensi lokal seperti perkebunan ubi jalar dan kolam ikan, yang dinilai cocok menjadi lokasi intervensi program berbasis gizi dan ketahanan pangan.

Program yang dirancang FK UPI dan BEM UPI meliputi:

  • Skrining gizi untuk balita
  • Edukasi gizi bagi kader Posyandu dan ibu rumah tangga
  • Pelatihan pengolahan hasil tani dan perikanan (seperti tepung ubi jalar dan abon ikan)

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman gizi, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.

Langkah penjajakan ini mencerminkan semangat pengabdian transformatif dari sivitas akademika FK UPI, yang selaras dengan Tridarma Perguruan Tinggi dan arah strategis Panduan Program Mahasiswa Berdampak 2025. Dengan pendekatan partisipatif, berbasis data, dan kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan menjadi praktik baik pemberdayaan masyarakat dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. “Kami melihat Desa Tambakan memiliki potensi luar biasa. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting untuk menjawab tantangan stunting dan membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga,” ungkap tim FK UPI dalam sesi audiensi. (kontributor)