Bandung, UPI

Tim kolaborasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bersama Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri dan Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berhasil meraih Pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2025.

Para mahasiswa berhasil lolos seleksi dan didanai untuk skema PKM Bidang Gagasan Futuristik Tertulis (GFT) dengan judul GrainSync : Sistem Sentraslisasi Produk Agribisnis Berbasis API dan IOT Trintegrasi untuk Mendukung Zero Hunger pada UN Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030.  

Tim kolaborasi mahasiswa yang meraih pretasi PKM Kemdiktisaintek tersebut yaitu  Davin Septian Minder, Prodi Pendidkan Bisnis sebagai ketua. Selanjutnya terdiri dari 4 anggota yaitu Siti Rahmanur, Prodi Pendidikan Bisnis, Widya Rahma, Prodi Pendidikan Bisnis, Dzaky Prima Yoga, Pendidikan Ilmu Komputer, dan Fidiya Iryana, Prodi Teknologi Pangan. Tim kolaborasi mahasiswa dibimbing oleh Ery Adam Primaskara, S.Pd.,MM yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Bisnis.

Davin Septian Minder  Selaku Ketua Tim PKM menjelaskan bahwa Gagasan Futuristik Tertulis yang dikembangkanya bertujuan  untuk  menjawab  tantangan  ketahanan  pangan  di Indonesia  dengan  mengoptimalkan  pemanfaatan  teknologi  digital  pada  sektor pertanian  di Indonesia  terkhususnya  wilayah   IKN. 

Selanjutnya menjelaskan bahwa Fokus   utama   pada  pembangunan platform  informasi  terpadu  yang  mampu  menyatukan  data  cuaca,  geospasial,  dan Stok   pangan    secara  real-time.  Selain  itu, tujuan   lain  dari  program  ini  adalah meningkatkan  adopsi  teknologi  modern  di kalangan petani  melalui  pelatihan  dan pendampingan,  serta  mendukung  tercapainya  ketahanan  pangan  yang berkelanjutan sesuai  dengan  target  pembangunan  berkelanjutan  (SDGs).

Berbagai manfaatGagasan Futuristik Tertulis ini dapat meningkatkan produktivitas petani melalui akses informasi dan teknologi. Kemudian mempercepat modernisasi sektor pertanian dengan penerapan teknologi digital. Membantu mengoptimalisasikan kebijakan pemerintah di sektor ketahanan pangan dengan pengadaan informasi berbasis data terintegrasi. Selanjutnya menjamin stabilitas ketersediaan pangan melalui optimalisasi distribusi dan prediksi harga serta membuka peluang kolaborasi inovatif antara akademisi, industri, dan pemerintah. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)