
Bandung, 9 Agustus 2025
Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan dari Yangzhou Polytechnic University (dahulu Yangzhou Polytechnic College-YPC), China yang diwakili oleh Direktur Departemen Pertukaran dan Kerjasama Internasional, Sun Zhilin diterima Kepala Museum Diknas UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. Kunjungannya ke Museum Pendidikan Nasional UPI adalah untuk memperbaharui dan mengembangkan perjanjian kerja sama secara tripartit, yakni antara YPC- World Historic and Cultural Canal Cities Cooperation Organization (WCCO) dengan SPs UPI, yang diinisiasi Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, saat menjadi Ketua Prodi Pendidikan Sejarah Sekolah PascaSarjana (SPs) UPI, setelah kunjungannya selama 10 hari ke YPC (Agustus 2019).
WCCO merupakan mitra dari Yangzhou Polytechnic University yaitu organisasi non-pemerintah yang bersifat nirlaba, bertujuan untuk melestarikan, mempromosikan, dan mengembangkan kota-kota kanal bersejarah di seluruh dunia. Kedatangan ke Universitas Pendidikan Indonesia kali ini adalah untuk menawarkan program kredit transfer bagi mahasiswa UPI untuk seluruh program studi yang relevan, dengan program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini sebagai prioritas. Untuk itu, maksud kunjungan informal tersebut, sudah disampaikan kepada Warek Bidang Penelitian Pengabdian dan Kemitraan (P2K) UPI, Prof. Dr, Agus Setiabudi, M.Si., yang direspon dengan positif.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini membahas potensi besar museum sebagai pusat pembelajaran sejarah dan sebagai mitra dalam mengembangkan program kolaboratif yang menggabungkan aspek pendidikan, penelitian dan kebudayaan. WCCO juga mengajak Museum Pendidikan Nasional UPI untuk berpartisipasi aktif dalam forum global yang mempertemukan kota dan lembaga budaya dari berbagai negara.
Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI menyambut baik tawaran tersebut dan menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan misi museum untuk memperluas jejaring internasional, sekaligus mendukung pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs) khususnya SDG 4 terkait dengan pendidikan berkualitas, SDG 11 terkait dengan kota dan permukiman yang berkelanjutan, dan SDG 17 terkait dengan kemitraan untuk mencapai tujuan.
Langkah awal kerja sama akan difokuskan pada pertukaran informasi, penyusunan agenda bersama. Kedua belah pihak optimis bahwa sinergi ini akan memberikan manfaat untuk melestarikan situs-situs bersejarah, bangunan, warisan sejarah serta mendorong pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. (kontributor)

