Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia bersama Universitas Kuningan dan Ton Duc Thang University Vietnam menggelar kegiatan Community Service bertema “Empowering Local Agribusiness through Trade Policy Awareness: A Community Engagement on Export–Import Regulations and International Market Access”. Acara berlangsung di Equanic Melon, Kuningan, dengan melibatkan pelaku agribisnis lokal, khususnya petani dan pelaku usaha kecil menengah di sektor pertanian.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi internasional yang dirancang untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis masyarakat. Fokus utama adalah memberikan pemahaman mendalam tentang regulasi perdagangan, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta strategi untuk memperluas akses produk lokal ke pasar global.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Yusuf Murtadlo, S.Si., M.Stat yang merupakan Dosen FPEB UPI, Mr. Lam Thanh Danh selaku Acting Head, Faculty of Law, Ton Duc Thang University, Vietnam), dan Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian, S.H., M.H selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Kuningan.

Dalam pemaparannya, Dr. Yusuf Murtadlo, S.Si., M.Stat. menekankan pentingnya pemahaman regulasi perdagangan internasional bagi pelaku agribisnis di daerah agar mampu memperluas akses pasar. Ia menjelaskan bahwa penguasaan aturan ekspor–impor menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Mr. Lam Thanh Danh memberikan perspektif hukum perdagangan dari sudut pandang internasional, termasuk peluang dan tantangan dalam mematuhi standar global. Sementara itu, Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian membahas kerangka kebijakan nasional yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengoptimalkan perdagangan lintas negara.

Acara ini dirancang dengan format partisipatif, di mana peserta dapat secara langsung mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan hambatan yang dihadapi dalam upaya menembus pasar global. Beberapa isu yang mengemuka antara lain kendala administrasi ekspor, keterbatasan akses pembiayaan, dan kurangnya pengetahuan mengenai standar mutu internasional.

Para narasumber memberikan solusi konkret, seperti membentuk kelompok usaha bersama untuk memperkuat kapasitas produksi, memanfaatkan platform e-commerce internasional untuk pemasaran, serta bekerja sama dengan lembaga sertifikasi untuk memenuhi persyaratan ekspor.

Melalui kolaborasi lintas universitas ini, FPEB UPI memperkuat komitmennya dalam menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Sinergi antara UPI, Universitas Kuningan, dan Ton Duc Thang University diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi pengembangan agribisnis lokal yang berdaya saing tinggi di tingkat internasional. (Kontributor Humas UPI/FPEB UPI)