
Bandung, UPI
Sebanyak 166peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri mengikuti konferensi internasional FPMIPA dalam 2nd International Physics Conference (IPC). Konfernsi ini mengusung tema “Physics for a Better World: Harmonization in Research and Education”. Konferensi ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sementara itu, dalam waktu bersamaan, diselenggarakan pula kegiatan Seminar Nasional Fisika ke-11 (SiNaFi XI). Kegiatan berlangsung di Auditorium Gedung FPMIPA A (JICA) UPI, Kampus Bumi Siliwangi, Bandung, pada Sabtu (16/8/2025). Acara diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan sesi pleno, dan kemudian sesi paralel di enam ruang berbeda.

Ketua panitia Dr. Duden Saipuzzaman, M.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa IPC dan SiNaFi XI menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi riset, pendidikan, serta implementasi fisika dalam menjawab tantangan global. Turut hadir dalam acara ini, Prof. Dr. Endi Suhendi, M.Si., selaku Ketua Program Studi Fisika, dan Dr. Achmad Samsudin, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Fisika jenjang sarjana dan magister.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan FPMIPA UPI Bidang Akademik Prof. Dr. Al Jupri, S.Pd., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam bidang fisika.
Dikatakannya,“Di UPI, prioritas kami adalah mendukung inovasi, meningkatkan critical thinking, dan menginspirasi mahasiswa untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. Konferensi ini mempertemukan para pemikir brilian dari berbagai negara, dan saya yakin diskusi serta pertukaran gagasan di sini akan melahirkan riset inovatif serta solusi yang berdampak luas.”
Konferensi menghadirkan sejumlah pembicara kunci, terdiri atas Prof. Ir. Wahyu Srigutomo, M.Si., Ph.D., dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia, dengan topik Applications of Electromagnetic Methods in Earth Science: Challenges and Development Potential in the Indonesian Context. Berikutnya ada Prof. Dr. Winny Liliawati, M.Si., dari Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia dengan topik Physics Learning Through an Adaptive-Differentiated Approach in Realising Education for Sustainable Development, dan Prof. Zsolt Lavicza, Ph.D., dari Johannes Kepler University, Austria dengan topik Fostering Creativity Through Innovative Research in Technology-Supported STEAM Education.
Selain itu, seminar juga menampilkan enam invited speakers dalam sesi paralel, antara lain Yuvita Oktarisa, Ph.D., Gilang Gumilar, Ph.D., Soeharto, Ph.D., Nanang Dwi Ardi, M.Si., Muhammad Gina Nugraha, M.Pd., M.Si., serta Syakti Perdana Sriyansyah, M.Pd.
Adapun cakupan pembahasannya mulai dari fisika teoretis, material, medis, geofisika, hingga pendidikan fisika berbasis digital dan STEM, IPC dan SiNaFi XI 2025. Diharapkan, ini menjadi katalis bagi pengembangan riset, publikasi, dan kolaborasi akademik internasional, sekaligus mempertegas kontribusi UPI dalam membangun dunia yang lebih baik melalui fisika.
(teks & foto: ratih latifah)



