
Bandung, UPI
Lembang, 9 Agustus 2025. Program Srudi Pendidikan Profesi Guru (PPG) SPs UPI menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SDN Pancasila, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu keberlanjutan melalui kegiatan workshop pada Guru-guru tentang penggunaan Kamishibai, sebuah media pembelajaran berbasis cerita bergambar asal Jepang, sebagai media pembelajaran terkait isu berkelanjutan.
Kegiatan yang diikuti oleh para guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Lembang ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi PPG SPs UPI, Prof. Dr. Asep Herry Hernawan, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya inovasi dalam metode pembelajaran agar materi dapat diserap dengan lebih baik oleh siswa, terutama terkait isu-isu penting seperti keberlanjutan lingkungan.



Narasumber utama, Prof. Dr. Dinn Wahyudin, M.Pd., menyampaikan materi tentang Pola Pikir dan Pembelajaran Mendalam. Beliau memaparkan bagaimana cara membangun pola pikir kritis pada siswa agar mereka mampu memahami dan bertindak proaktif terhadap isu-isu yang ada di sekitar mereka.
Selanjutnya, materi inti disampaikan oleh Ketua PkM, Dr. Ai Nurhayati, M.Pd., yang menjelaskan secara rinci tentang teknis penggunaan Kamishibai. Beliau menekankan bahwa Kamishibai bukan hanya media bercerita, tetapi juga alat efektif untuk menyampaikan pesan moral dan isu-isu kompleks dengan cara yang sederhana dan menarik bagi anak-anak.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan dosen-dosen dari PPG SPs UPI lainnya, yaitu Prof. Dr. Diana Rochintaniawati, M.Ed., Prof. Dr. Neti Budiwati, M.Si., Dr. Rita Anggorowati, M.Pd., dan Dr. Hany Handayani, M.Pd. Mereka turut berinteraksi dan memberikan masukan kepada para guru peserta PkM, memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif Ketika para guru masuk ke sesi praktek membuat gambar bercerita.



Partisipasi aktif dari para guru di Kecamatan Lembang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pendekatan pembelajaran inovatif ini. Diharapkan, setelah kegiatan ini, para guru dapat mengimplementasikan Kamishibai di sekolah masing-masing untuk menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan dan isu keberlanjutan lainnya.


Kontributor: Hany Handayani dan Ai Nurhayati

