Bandung, UPI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan program pemberdayaan berbasis zakat di Aula Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Rabu (3/9/2025). Program ini merupakan bagian dari agenda nasional BAZNAS yang digulirkan secara serentak di setiap provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia untuk memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat.

Dalam kegiatan yang dihadiri perwakilan BAZNAS dari Karawang, Sumedang, Kuningan, Banjar, Sukabumi, dan lainnya. Turut hadir pula kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI),  Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Telkom University, Universitas Muhammadiyah Bandung, serta Universitas Nahdlatul Ulama dari Cirebon, Tasikmalaya, dan Kuningan. Kehadiran kampus dalam kegiatan ini menjadi penanda pentingnya sinergi antara lembaga zakat dengan dunia pendidikan tinggi.

Program yang diluncurkan BAZNAS mencakup enam bidang utama, yakni Zakat Community Development (ZCD), Z Coffee, Balai Ternak, Z Auto, Lumbung Pangan, dan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Seluruh program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sesuai dengan potensi daerah, mulai dari dukungan usaha pertanian, peternakan, hingga penyediaan rumah tinggal yang layak.

Program Z Coffee mendapat perhatian khusus, karena menyasar mahasiswa di sekitar kampus, terutama yang sedang menempuh tahun akhir perkuliahan. Melalui program ini, mahasiswa dibekali keterampilan mengelola usaha kedai kopi sekaligus mendapatkan peralatan dan bahan untuk memulai bisnis secara mandiri.

Pada kesempatan ini, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi salah satu perguruan tinggi yang mahasiswanya memperoleh manfaat program Z Coffee. Kelompok mahasiswa UPI yang terpilih adalah: Daffa (PGSD Penjas, 1905303), Muhamad Rizwan (PGSD Penjas, 2209211), Wandi Sunandar (PGSD Penjas, 2307157), dan Muhamad Rizal (Pendidikan Bahasa Jerman, 2305438).

Keempat mahasiswa yang tergabung dalam kelompok ini akan memperoleh pembekalan keterampilan, peralatan, dan bahan usaha kopi untuk mendirikan Z Coffee di lingkungan kampus UPI. Kehadiran program ini diharapkan menjadi sarana pengembangan kewirausahaan mahasiswa, sekaligus contoh nyata pemanfaatan zakat produktif untuk kesejahteraan generasi muda.

Selain peluncuran program, acara juga menampilkan kisah sukses penerima manfaat sebelumnya. Salah satunya adalah Pak Mulyadi, penerima program Z Auto di Kota Bandung. Berkat bantuan modal berupa peralatan dan sparepart, usaha bengkel motornya berkembang pesat. Dari yang semula hanya melayani 3–4 unit per hari, kini meningkat hingga 10 unit per hari, dengan omzet bulanan yang naik dari Rp2–3 juta menjadi Rp3–5 juta. Keberhasilan ini bahkan memungkinkan beliau untuk berkurban pada Idul Adha dan rutin bersedekah setiap Jumat.

Dalam sambutannya, Perwakilan dari BAZNAS RI, menegaskan pentingnya semangat kemandirian. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah diri mereka sendiri. Zakat harus menjadi jalan agar masyarakat bertransformasi dari penerima bantuan menjadi mandiri, bahkan mampu memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) UPI,  yang pada kesempatan ini hadir, akan mengkoordinasikan program ini dengan direktorat terkait, untuk menyiapkan fasilitas yang mendukung realisasi Z Coffee di kampus. Langkah ini selaras dengan komitmen UPI dalam mendorong kewirausahaan mahasiswa, membangun kemandirian, dan memperkuat peran kampus dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi ini, kehadiran BAZNAS di lingkungan kampus bukan hanya memperkuat peran zakat dalam pembangunan sosial-ekonomi, tetapi juga menjadi wahana nyata bagi mahasiswa untuk belajar, berusaha, dan berkontribusi bagi kesejahteraan bangsa. (HPDS)

Kontributor: Heri Setyorini