YOGYAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi visual di platform digital, kemampuan untuk membaca teks secara kritis tidak lagi terbatas pada tulisan semata. Merespons tantangan tersebut, Tim Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Multimoda dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang krusial1. Pelatihan yang bertajuk “Memahami Metabahasa Visual untuk Membaca Teks Multimoda dalam Konteks EFL di Indonesia” ini dirancang sebagai jawaban atas rendahnya kesadaran di kalangan mahasiswa mengenai pentingnya metabahasa visual untuk memahami pesan kompleks di balik teks multimoda secara mendalam.

Pelatihan ini menargetkan para mahasiswa S1 UMY, khususnya yang berasal dari latar belakang program studi Bahasa Inggris, yang setiap hari berinteraksi dengan materi visual dan tekstual. Kegiatan ini dilaksanakan dalam format hybrid, menggabungkan sesi daring dan luring yang berlangsung pada tanggal 5 dan 15 Agustus 2025. Dari target 15 peserta, program ini berhasil menjaring 13 mahasiswa, dengan 12 peserta mengikuti sesi daring dan 10 peserta konsisten hadir hingga sesi luring. Tujuan utamanya adalah untuk membekali mahasiswa dengan perangkat analisis yang tajam guna membaca dan memaknai berbagai bentuk teks yang menggabungkan elemen visual, audio, dan tulisan secara efektif.

Para peserta diberi tugas menganalisis data

Sesi Daring: Meletakkan Fondasi Konseptual

Sesi pertama, yang dilaksanakan secara daring pada 5 Agustus 2025, diikuti oleh 12 mahasiswa dengan antusias. Selama sesi intensif berdurasi tiga jam, dari pukul 09.00 hingga 12.00, peserta diperkenalkan pada konsep-konsep fundamental dan istilah-istilah kunci dalam analisis teks multimoda. Fokus utama sesi ini adalah pembedahan “makna ideasional” atau representasional. Para narasumber menjelaskan bagaimana elemen visual dan verbal dalam sebuah teks bekerja sama untuk merepresentasikan peristiwa, objek, dan aktor di dunia. Pemahaman ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke analisis yang lebih kompleks.

Sesi Luring: Pendalaman Teori dan Praktik Analisis Kritis

Pada tanggal 15 Agustus 2025, sebanyak 10 mahasiswa mengikuti sesi luring yang dirancang untuk pendalaman materi dan praktik langsung. Sesi ini diawali dengan tinjauan ulang materi makna ideasional untuk menyegarkan kembali ingatan peserta. Selanjutnya, pembahasan diperdalam dengan mengupas “makna interpersonal” atau interaktif, yang menjelaskan bagaimana teks membangun hubungan dengan audiensnya, serta “makna tekstual” atau komposisi, yang fokus pada bagaimana elemen-elemen visual ditata untuk menciptakan pesan yang koheren.

Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif, sesi ini tidak hanya berisi teori. Peserta dilibatkan secara aktif dalam latihan analisis gambar praktis, yang dikenal sebagai analisis hubungan antar-modal (intermodal relation). Pada akhir sesi, sebuah post-test diberikan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan penyerapan materi oleh peserta. Seluruh rangkaian acara yang kaya manfaat ini dipandu oleh tim narasumber ahli yang kompeten, yaitu Dr. Budi Hermawan, M.P.C., Susi Septaviani, Ph.D., Dr. Mahardhika Zifana, M.Hum. dan Dr. Farida Hidayati, M.Pd.

Manfaat Jangka Panjang dan Kontribusi pada Pendidikan Berkualitas (SDG 4)

Serunya mengikuti pelatihan Multimoda

Luaran dari kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4, yakni Pendidikan Berkualitas, dengan membekali mahasiswa keterampilan esensial di abad ke-21. Peserta tidak hanya menerima sertifikat, tetapi juga mendapatkan kemampuan praktis untuk memaknai teks multimoda dengan lebih baik. Mereka kini memiliki pemahaman mendalam tentang hubungan antar-modal yang dapat diterapkan untuk menganalisis iklan, buku teks, atau bahkan merancang materi ajar yang pesannya lebih tepat sasaran di masa depan.

Keterampilan ini merupakan bagian integral dari “keterampilan yang relevan” yang ditekankan dalam target SDG 4. Di era digital, pendidikan berkualitas harus mampu melampaui literasi teks konvensional. Dengan menguasai analisis multimoda, lulusan UMY diharapkan menjadi individu yang lebih kritis, informatif, dan mampu bersaing di lingkungan profesional yang sarat dengan komunikasi visual. Kemampuan ini memberdayakan mereka untuk menjadi komunikator yang efektif dan konsumen media yang cerdas, sebuah inti dari sumber daya manusia berkualitas yang dicita-citakan dalam SDGs.

Tim Pelaksana:
Budi Hermawan
Susi Septaviana Rakhmawati
Farida Hidayati
Mahardhika Zifana

Kontributor: Ruswan Dallyono