Jakarta – Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastera (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikannya. Salah satunya diwujudkan melalui kunjungan studi banding ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada pagi ini, dalam rangka persiapan pembukaan Program Studi Bahasa Mandarin di FPBS UPI.

Tim UPI dipimpin oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu FPBS UPI, didampingi oleh asisten peneliti, Amirush Shaffa Fauzia, S,Pd. M.Pd.. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Dekan FBS UNJ, Dr. Samsi Setiadi, M.Pd., serta Koordinator Program Studi, Aprilia Ruby Wikarti, S.Hum., M.A. dan dua orang dosen Prodi Mandarin, Susi Andriani, S.S, M.TCSOL, dan Hudiyekti Prasetyaningtas, S.S., M.Ed.  

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek penting dalam pengelolaan program studi bahasa, mulai dari pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, tata kelola akademik, hingga peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa. Tim FPBS UPI banyak belajar dari pengalaman UNJ, khususnya dalam hal menghadirkan program studi yang adaptif dengan kebutuhan global serta mampu menjawab tantangan era multibahasa.

Prof. Yulianeta menekankan bahwa pembukaan Prodi Bahasa Mandarin di UPI bukan sekadar penambahan program baru, tetapi merupakan bagian dari komitmen FPBS untuk memperluas akses mahasiswa terhadap bahasa internasional yang memiliki peran strategis di dunia. “Kami berharap kunjungan ini menjadi pintu inspirasi dan membuka wawasan kami dalam merancang prodi yang kuat secara akademik, relevan dengan kebutuhan industri, dan sekaligus mendukung visi internasionalisasi UPI,” ujarnya.

Pihak UNJ juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Dr. Samsi Setiadi, M.Pd., Dekan FBS  UNJ, menegaskan pentingnya berbagi pengalaman antarperguruan tinggi untuk saling menguatkan. “Kami menyambut baik kehadiran rombongan FPBS UPI. Apa yang kami bagikan hari ini semoga bermanfaat, dan kami pun terbuka untuk kolaborasi lebih lanjut di bidang akademik, penelitian, maupun pertukaran dosen dan mahasiswa,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ibu Susi Andriani, S.S, M.TCSOL., menambahkan bahwa tantangan dalam membangun prodi bahasa asing dapat diatasi dengan sinergi dan inovasi. “Kunci keberhasilan ada pada kurikulum yang relevan, penguatan sumber daya dosen, serta dukungan mitra internasional. Kami yakin FPBS UPI akan mampu mewujudkan itu dengan baik,” tuturnya.

Hasil dari studi banding ini, FPBS UPI mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai model tata kelola prodi bahasa yang efektif, termasuk strategi menjalin kemitraan dengan institusi luar negeri, serta pengembangan materi ajar yang kontekstual. Selain itu, kerja sama antara UPI dan UNJ diharapkan akan berkembang lebih luas dalam bentuk penelitian bersama, seminar kolaboratif, dan pertukaran dosen maupun mahasiswa.

Kunjungan ini menandai langkah strategis FPBS UPI untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan tinggi. Dengan sinergi antarperguruan tinggi, UPI optimis Program Studi Bahasa Mandarin yang akan dibuka nantinya dapat memberikan kontribusi nyata dalam membekali mahasiswa menghadapi persaingan global, sekaligus memperkuat peran UPI sebagai universitas pelopor dan unggul.

Kontributor: Neta