Bandung, UPI

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif HidayatullahJakarta melakukan kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan tujuan mempelajari konsep dan implementasi smart classroom yang telah dikembangkan UPI di Ruang Rapat DSTI Lt.1 PPG Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung. Senin (15/9/2025).

Dalam kunjungan ini, perwakilan UIN Jakarta menyampaikan bahwa pihaknya ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai standar smart classroom yang relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi di era digital, sekaligus sesuai dengan kebijakan pemerintah terkait transformasi digital di perguruan tinggi.

“Kami ingin tahu secara langsung bagaimana standar smart classroom yang dikembangkan UPI. Hal ini penting karena kami juga tengah mempersiapkan pembangunan smart classroom di UIN Jakarta,” ujar Prof Khamami, S.H., M.A., M.DC. selaku Ketua Penjaminan Mutu UIN Syarif Hidayatullah.

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam transformasi digital pendidikan dengan mengembangkan Smart Management System serta Smart Class. Inisiatif ini dipaparkan dalam agenda benchmarking yang dihadiri oleh sejumlah perguruan tinggi, sebagai wadah saling tukar pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan berbasis teknologi.

Menurut Direktur Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi (DSTI) Dr. Cepi Riyana, M.Pd pembangunan Smart Management System diawali dengan penyediaan infrastruktur, perangkat (device), hingga penciptaan lingkungan digital yang terintegrasi. Langkah strategis ini telah mendorong banyak perguruan tinggi melakukan studi banding ke UPI untuk melihat langsung praktik baik yang telah dilaksanakan.

“Sistem yang kami kembangkan mungkin belum sepenuhnya ideal, tetapi sudah menjadi bukti keseriusan UPI dalam membangun ekosistem digital pendidikan tinggi. Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dengan berbagai pihak,” ujar Dr. Cepi Riyana.

UIN Jakarta berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi sekaligus rujukan dalam merancang smart classroom di berbagai fakultas. “Harapannya, secepatnya kami bisa membangun smart classroom dengan standar yang tepat dan kontekstual sesuai kebutuhan UIN Jakarta,” tambahnya.

Lebih lanjut, UIN Jakarta menargetkan agar tahun depan seluruh fakultas sudah dapat mengimplementasikan smart classroom baru dengan mengadaptasi standar yang dipelajari dari UPI.

Selain aspek teknologi, UPI menekankan bahwa ketersediaan konten digital menjadi faktor penting. Tanpa konten yang memadai, Smart Class tidak akan memberikan nilai tambah yang optimal. Saat ini, UPI melalui platform wajar.id telah menyediakan sekitar 40 kursus daring. Jumlah tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan hingga ratusan bahkan ribuan kursus agar dapat menjangkau mahasiswa dan masyarakat yang lebih luas.

“Mahasiswa, khususnya yang belajar mandiri, sangat memerlukan sumber daya konten digital. Semakin banyak kursus yang tersedia, semakin besar pula dampaknya dalam mendukung pembelajaran fleksibel dan inklusif,” tegas Direktur DSTI UPI.

Dengan langkah strategis ini, UPI berharap dapat menjadi model pengembangan pendidikan digital di Indonesia, yang tidak hanya memperkuat kualitas internal, tetapi juga dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain di tanah air.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis kedua universitas dalam memperkuat kolaborasi pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus mendukung arah kebijakan nasional dalam mewujudkan digitalisasi pendidikan di Indonesia. (Riza Ibrahim/DN)