Pulau Kabetan, Tolitoli – Dosen dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi bagian dari tim lintas perguruan tinggi yang berkolaborasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat pada Daerah 3T ((Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) melalui program Pemberdayaan Masyarakat Kampus Indonesia (PMKI) dengan host Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegiatan PMKI ini dimotori ITB dengan pimpinan Dr. Sri Raharno, S.T., M.T. oleh bersama 3 institusi perguruan tinggi yaitu UPI (Dr. Eddy Prasetyo Nugroho, M.T.), Institut Pertanian Bogor (IPB) University (Dr. Roza Yusfiandayani), dan Universitas Padjadjaran/UNPAD (Irfan Zidni, S.Pi., MP., Ph.D), melaksanakan program pemberdayaan di Desa Kabetan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada 9-10 September 2025.

Kegiatan berlangsung di Dusun 1 Labuan Soppe dan Dusun 2, melibatkan dua sekolah, yaitu SD dan SMP. Fokus utama kegiatan ini adalah penyusunan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan kehidupan masyarakat kepulauan.

Tim UPI terdiri dari Dr. Eddy Prasetyo Nugroho, M.T. (Prodi Ilmu Komputer) bersama dua mahasiswa, Dr. Azizah Nurul Khoirunnisa, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pengembangan Kurikulum) dan Dwi Novia Al Husaeni, S.Pd. (Prodi Pendidikan Ilmu Komputer). Tim UPI berperan dalam merancang kurikulum muatan lokal, menyusun modul pembelajaran, membangun Learning Management System (LMS) dan berkontribusi dalam pelaksanaan Program pelatihan prgram muatan lokal.

Kurikulum yang disusun memuat tiga tema utama, yaitu pengolahan ikan, pertanian pekarangan, dan kepedulian lingkungan. Pada tema pengolahan ikan, peserta belajar mengolah hasil tangkapan laut menjadi produk bernilai jual seperti nugget dan bakso, sehingga keterampilan ini mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Untuk pertanian pekarangan, siswa dan warga diajak mempraktikkan teknik sederhana menanam sayuran dan tanaman produktif di halaman rumah, sebagai solusi keterbatasan lahan sekaligus upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Sedangkan pada tema kepedulian lingkungan, peserta berdiskusi dan melakukan aksi sederhana untuk menjaga kebersihan serta melestarikan ekosistem pulau, sehingga kesadaran ekologis dapat ditanamkan sejak dini. Dengan keterlibatan aktif siswa, guru, dan masyarakat, kurikulum ini menjadi sarana pembelajaran praktis yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan UPI bersama ITB, IPB, dan UNPAD dalam kegiatan ini memperlihatkan sinergi antar perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma. Keempat universitas berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing, sehingga program berjalan komprehensif. UPI, dengan kekuatan pada pengembangan kurikulum dan teknologi pembelajaran, berperan memastikan materi yang dirancang aplikatif sekaligus kontekstual.

Meskipun berlangsung hanya dua hari, kegiatan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang. Kurikulum muatan lokal yang disusun dapat menjadi fondasi bagi sekolah dan masyarakat Pulau Kabetan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi nyata. Model ini juga berpotensi direplikasi di wilayah kepulauan lain di Indonesia, sehingga pendidikan berbasis lokal dapat semakin kuat.

Kehadiran satu dosen dan dua mahasiswa UPI di Desa Kabetan menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak berhenti di ruang kuliah. Melalui kerja sama lintas universitas, mereka menghadirkan solusi nyata yang memberdayakan sekolah sekaligus masyarakat menuju masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Kontributor: Dwi Novia Al Husaeni, Azizah Nurul Khoirunnisa, Eddy Prasetyo Nugroho