
Bandung, 3 September 2025. Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan uji coba produk hasil penelitian BIMA 2025 di Hotel Hemangini, Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji efektivitas, keberlanjutan, serta potensi implementasi produk inovatif sebelum diluncurkan secara luas. Uji coba melibatkan tim peneliti, mitra industri, serta staf museum, menunjukkan komitmen UPI dalam menghadirkan inovasi nyata bagi pendidikan sejarah.
Produk utama dari penelitian BIMA 2025 berupa film digital sejarah Kisah Bupati Jawa Barat Seri Ketiga yang mengangkat perjalanan hidup Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat. Film tersebut dikembangkan dalam format aplikasi berbasis teknologi imersif, Artificial Intelligence (AI), dan Augmented Reality (AR) yang dapat dinikmati pengunjung di Ruang Audio Visual Museum Pendidikan Nasional UPI. Selain itu, terdapat pula luaran berupa trigger markerbook, yakni buku yang dapat diakses melalui pemindaian digital sehingga memungkinkan pembelajaran interaktif di mana saja.
Melalui produk ini, UPI berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran sejarah dengan cara yang menyenangkan, modern, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Dampak nyata dari riset ini memperlihatkan peran strategis UPI, khususnya Museum Pendidikan Nasional, sebagai pusat inovasi dan edukasi yang menjembatani sejarah dengan teknologi digital.
Kegiatan ini sejalan dengan Program “Berdampak” UPI, yang mendorong setiap penelitian dan pengabdian masyarakat menghasilkan karya relevan, aplikatif, dan bermanfaat nyata bagi publik. Produk BIMA 2025 tidak hanya memperkaya koleksi digital museum, tetapi juga memperkuat fungsi museum sebagai media pembelajaran interaktif yang mendukung pengembangan ekosistem pendidikan nasional.
Lebih jauh, uji coba produk ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui inovasi pembelajaran sejarah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.
Acara uji coba ini dipimpin oleh Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. selaku Ketua Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI. Rangkaian kegiatan mencakup presentasi produk, simulasi penggunaan aplikasi, demonstrasi trigger markerbook, serta sesi dialog antara tim peneliti, mitra industri, dan staf museum.
Dengan terlaksananya uji coba ini, tim peneliti optimis bahwa BIMA 2025 akan menjadi terobosan inovatif yang mampu memperkuat pembelajaran sejarah berbasis digital, memperluas dampak riset universitas, dan berkontribusi pada pencapaian pendidikan berkualitas yang berdaya saing global.
Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami
Editor: RK

