Semarang 24 September 2025

Pada suatu petang di kota Semarang, selepas meliput perjuangan para Atlet Jawa Barat (Jabar) di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) penulis pun diundang Wakil ketua kontingen Jabar, Prof. Dr. Mulyana,M.Pd  untuk bersilaturahmi ke ruang kesekretariatan kontingen. Menit demi menit dilalui dalam kehangatan silaturahmi, penulis pun tersadarkan, Dibalik sorak-sorai para suporter dan semangat para atlet Jawa Barat yang berlaga di POMNAS, terdapat sebuah tim yang bekerja senyap di balik layar, tetapi keberadaannya sangat menentukan kelancaran aktivitas kontingen. Mereka adalah tim kesekretariatan POMNAS kontingen Jawa Barat, sosok-sosok multitasking yang menjaga informasi tetap aktual, sinergi tetap terjaga, dan roda koordinasi terus berputar.

Beranggotakan tiga orang yang Tengah berkuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Defany Ifadh (S2 Pendidikan Olahraga), Fabian Handhika Wijanarto (S1 Ilmu Keolahragaan), Dian Barokah (S1, Pendidikan Olahraga), Setiap hari sejak pagi hingga larut malam, tim ini terus bergerak baik di dalam command centre maupun lintas gelanggang pertandingan. Tugas mereka berlapis, dari memastikan jadwal pertandingan tersiarkan dengan benar, menyampaikan hasil pertandingan secara real time, menyiapkan kebutuhan administrasi, menjadi penghubung antar bidang dalam kontingen, bahkan sampai tugas dokumentasi dan publikasi.

“seru, dapat banyak pengalaman,sekaligus melatih kesabaran, plus banyak kenal orang baru ” ujar salah satu anggota tim dengan senyum. Kalimat sederhana itu mencerminkan kesadaran bahwa keberhasilan tim ini seringkali tidak tercatat dalam catatan prestasi, tapi terasa dalam kelancaran kontingen secara keseluruhan.

Bayangkan sebuah kompetisi dengan belasan cabang olahraga, ratusan pertandingan, dan berbhinekanya pihak yang harus diorganisir. Di situlah tim kesekretariatan Kontingen POMNAS Jabar memainkan peran krusial. Mereka berkoordinasi dengan panitia pusat, atlet, pelatih, technical delegates, hingga ofisial di lapangan. Satu kesalahan informasi bisa berakibat fatal, tetapi lewat ritme kerja yang rapi, sinergitas antar lini tetap terjaga.

“Kadang kami overload, dar der dor dengan banyaknya informasi dari berbagai sumber dengan waktu bersamaan, tapi komunikasi harus tetap lancar. Itu jadi tantangan sekaligus kebanggaan,” Ujar Fabian, sambil menatap laptopnya dengan senyum yang tetap merekah.

Dalam sebuah kontingen besar, sacapkali yang mendapat sorotan adalah atlet berprestasi atau pelatih. Namun, janganlah kita lupakan, ada barisan pekerja keras yang memilih berada di belakang layar, memastikan operasional berjalan mulus. Tim kesekretariatan POMNAS Jabar Adalah salah satu contohnya, pahlawan tanpa sorotan.

Mereka tidak mengejar medali, tidak berdiri di podium, tapi dedikasi mereka memastikan kontingen berjalan sebagai kesatuan yang solid nan gemilang. Keberadaan mereka membuktikan bahwa sebuah kemenangan lahir bukan hanya dari keringat atlet di lapangan, tapi juga ketekunan sosok-sosok yang bekerja dalam senyap, bersuara dalam karya.

Kontributor: Vidi Sukmayadi