
Kuala Lumpur, 24–26 September 2025 — Kiprah dosen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Vina Dwiyanti, dosen Teknik Logistik sekaligus peneliti di TVET Research Center (TVET RC) UPI, tampil sebagai pembicara utama (key speaker) dan penyaji laporan negara (country report) pada 8th East Asia Summit TVET Network Conference yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
Mengusung tema “Strengthening Collaboration between TVET Institutions and ASEAN Industry”, konferensi bergengsi ini menjadi forum strategis bagi negara-negara Asia Timur dan ASEAN untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan dunia industri. Kehadiran Vina mewakili Indonesia sekaligus menegaskan posisi FPTI UPI sebagai salah satu motor penggerak pengembangan Technical and Vocational Education and Training (TVET) di tingkat regional.
Dalam presentasinya yang berjudul “Strengthening Industry-Academia Collaboration for Enhancing Competitiveness in Vocational Education: An Indonesian Perspective”, Vina menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan industri sebagai kunci peningkatan daya saing lulusan di era global. Ia menguraikan model kolaborasi yang efektif, mulai dari penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri hingga pembelajaran praktik yang relevan.
“Saya merasa bangga, beruntung, dan terhormat dapat membawa perspektif Indonesia di forum internasional ini. Lebih dari itu, saya belajar banyak dari pengalaman negara lain dalam membangun hubungan erat antara pendidikan vokasi dan industri,” ungkap Vina.
Konferensi ini diselenggarakan oleh Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET) dan diikuti oleh akademisi, peneliti, praktisi pendidikan vokasi, pembuat kebijakan, serta perwakilan industri dari seluruh negara anggota ASEAN dan Asia Timur. Forum lintas sektor ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan komunitas internasional dalam membangun ekosistem TVET yang berkelanjutan.
Selain mempresentasikan hasil riset, Vina juga berbagi praktik baik dari Indonesia, seperti implementasi program link and match, penguatan kurikulum berbasis industri, serta pengembangan pusat unggulan vokasi di berbagai daerah. Perspektif tersebut menjadi bukti nyata kontribusi FPTI UPI dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang kompetitif di kawasan ASEAN.
“Melihat bagaimana industri di negara lain terlibat langsung dalam perencanaan kurikulum dan proses pembelajaran menjadi pelajaran penting. Indonesia perlu terus memperkuat sinergi serupa agar lulusan vokasi benar-benar siap bersaing di dunia kerja,” tambahnya.

Partisipasi Vina Dwiyanti di forum internasional ini menjadi simbol komitmen FPTI UPI dalam memimpin inovasi pendidikan vokasi nasional dan regional. Kontribusinya tidak hanya memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan kebijakan TVET ASEAN, tetapi juga membuka peluang kerja sama baru antara lembaga pendidikan vokasi Indonesia dan mitra industri di tingkat global.
Dengan semangat kolaborasi lintas negara, UPI terus menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pengembangan pendidikan vokasi, menghadirkan dosen dan peneliti berkompeten yang mampu membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Kontributor: Vina Dwiyanti/H.H

