Makassar, UPI — Dua dosen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi narasumber utama dalam Kuliah Umum Pendidikan dan Pertanian di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar (UNM). Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta dari Program Studi Teknologi Pertanian (PTP) dan Teknologi Industri Pertanian (TIP) ini menjadi ajang kolaborasi akademik untuk memperkuat jejaring riset, memperkaya wawasan, dan mendorong sinergi dalam pengembangan pendidikan vokasi pertanian di Indonesia.

Narasumber pertama, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.T.P., M.Pd., memaparkan materi berjudul “Green Curriculum untuk Peningkatan Green Skills pada Pendidikan Vokasi Pertanian.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa green skills mencakup kesadaran lingkungan, kemampuan berinovasi, komunikasi, adaptasi, serta pengelolaan limbah — kompetensi penting yang perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum vokasi masa kini.

“Green curriculum bukan sekadar tambahan, tetapi strategi untuk menyiapkan tenaga kerja yang adaptif terhadap tantangan keberlanjutan,” ungkap Mustika.
Ia juga menyoroti isu-isu strategis seperti food waste, ekonomi sirkular, dan peluang green jobs yang kini semakin relevan di era transisi menuju ekonomi hijau.

Sementara itu, Dr. Dewi Cakrawati, S.T.P., M.Si., Ph.D., membawakan materi bertajuk “Inovasi Pangan Fungsional dari Fermentasi Asam Asetat: Dari Tradisi ke Sains Modern.” Ia menguraikan bagaimana teknik fermentasi tradisional, seperti pembuatan cuka (vinegar) di berbagai budaya, dapat dikembangkan dengan pendekatan ilmiah modern melalui optimasi mikroorganisme dan media fermentasi.
Produk fermentasi asam asetat, lanjutnya, memiliki nilai fungsional yang tinggi karena berperan sebagai antioksidan alami, penunjang kesehatan pencernaan, serta membantu menurunkan kadar gula darah.

“Riset pangan fungsional adalah jembatan antara tradisi dan inovasi modern. Ini menjadi bentuk nyata kontribusi akademik terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan industri,” jelas Dewi.

Antusiasme peserta terlihat dari beragam pertanyaan yang diajukan, mulai dari strategi peningkatan kesadaran green skills hingga peluang pengembangan produk vinegar berbasis sumber daya lokal di Sulawesi. Diskusi interaktif ini menunjukkan semangat mahasiswa dan dosen dalam membangun inovasi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, UPI dan UNM menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat pendidikan vokasi pertanian yang relevan dengan kebutuhan global, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Upaya ini selaras dengan SDG 4, yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan berorientasi masa depan; SDG 2, yang berfokus pada penghapusan kelaparan melalui inovasi pangan fungsional dan pemenuhan gizi masyarakat; serta SDG 13, yang mendorong aksi nyata menghadapi perubahan iklim melalui praktik pertanian berkelanjutan.

Kuliah umum ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan tantangan global, sekaligus langkah strategis dalam mewujudkan generasi muda yang berpengetahuan, berdaya saing, dan berwawasan hijau.

Kontributor: MNH/H.H