Jakarta, UPI — Global Citizenship Education Cooperation Center (GCC) Indonesia bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berpartisipasi aktif dalam Regional Meeting on Sustainable Peace in Southeast Asia yang diselenggarakan oleh UNESCO Regional Office Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan pemangku kepentingan pendidikan, lembaga penelitian, dan organisasi internasional untuk memperkuat implementasi Education for Sustainable Peace di kawasan Asia Tenggara sehingga forum ini menjadi wadah penting untuk membahas bagaimana pendidikan berperan dalam membangun perdamaian lintas bangsa.

Acara resmi dibuka oleh Dr. Ananto Kusuma Seta (Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO), Ms. Youn Hwa Kang (KOICA), dan Ms. Maki Katsuno-Hayashikawa (Direktur UNESCO Regional Jakarta), dengan pidato kunci oleh H.E. Prof. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Rabu (24/09).

Keterlibatan UPI melalui GCC Indonesia menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun kapasitas guru dan masyarakat global. GCC Indonesia, yang bernaung di bawah UPI, telah menjadi motor penggerak berbagai program teacher empowerment dan pendidikan karakter lintas budaya. Delegasi GCC Indonesia terdiri atas Bapak Arif Husein Lubis, S.Pd., M.Pd. (Coordinator of Information Sharing for International Section) dan Dr. Asep Mahpudz (Coordinator for Research).

Kehadiran GCC Indonesia di forum UNESCO ini memperkuat posisi UPI sebagai universitas yang berkomitmen terhadap pembelajaran berdampak (impactful learning)—sebuah pendekatan pendidikan yang menekankan keterhubungan antara pengetahuan akademik, transformasi sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Melalui program-program seperti GCED Teacher Network dan Peace Education Workshop Series, UPI melalui GCC Indonesia terus menanamkan nilai perdamaian, empati, dan tanggung jawab global di kalangan pendidik dan peserta didik.

Partisipasi GCC Indonesia juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). Melalui kolaborasi regional, GCC Indonesia mendorong pendidikan yang inklusif, menguatkan kesadaran lintas budaya, serta memperluas jejaring global untuk memperjuangkan keadilan dan perdamaian.

Selama dua hari, forum membahas UNESCO Recommendation on Education for Peace and Human Rights (2023) dan strategi integrasi pendidikan untuk perdamaian melalui lifelong learning. Pembicara dari berbagai negara ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Timor-Leste, Malaysia, dan Thailand, menyoroti pentingnya nilai empati, dialog, serta penghargaan terhadap keberagaman dalam kurikulum nasional.

Hari kedua menekankan penguatan kerja sama internasional dan pemberdayaan generasi muda melalui literasi digital dan pelatihan resolusi konflik. Narasumber utama meliputi Prof. Dr. M. Arskal Salim GP (Kemenag RI), Ms. Sunmi Ji (APCEIU Korea Selatan), dan Dr. Dody Wibowo (UGM). Forum diakhiri dengan sesi focus group discussion yang merumuskan rekomendasi bagi UNESCO untuk pengembangan kebijakan education for sustainable peace di masa depan. Forum ini juga menekankan pentingnya kemitraan lintas negara dalam mendukung pembiayaan berkelanjutan bagi program pendidikan perdamaian. Para peserta menyepakati rencana tindak lanjut untuk mengimplementasikan UNESCO Recommendation on Education for Peace and Human Rights (2023) di tingkat regional, dengan melibatkan lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan sektor swasta.

Pesan utama yang digaungkan dari pertemuan ini adalah bahwa perdamaian berkelanjutan hanya dapat terwujud bila pendidikan menjadi fondasi pencegahan konflik. Melalui pendekatan transformatif, pendidikan diharapkan mampu mengatasi warisan sejarah, diskriminasi, dan marginalisasi, sekaligus membangun kompetensi abad ke-21 seperti berpikir kritis, resolusi konflik, serta kewargaan digital yang bertanggung jawab.

Pertemuan ini menegaskan bahwa perdamaian berkelanjutan tidak dapat dicapai tanpa pendidikan yang inklusif dan transformatif. Melalui partisipasi aktif UPI dan GCC Indonesia, Indonesia menunjukkan komitmennya sebagai pionir di bidang Education for Sustainable Peace di Asia Tenggara, mewujudkan cita-cita pendidikan yang mendukung masyarakat yang adil, damai, dan berkelanjutan.

Kontributor: Arif Husein Lubis