Bandung, 20 Oktober 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperingati Dies Natalis ke-71 di Balai Pertemuan Umum (BPU) UPI Bandung, Senin (20/10), dengan mengusung tema “Melesat Bersama untuk UPI Gemilang.” Peringatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen sivitas UPI untuk memperkuat integritas, kolaborasi, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Majelis Wali Amanat (MWA), Senat Akademik, para guru besar, alumni, mahasiswa, serta tamu undangan. Hadir pula Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang memberikan sambutan dan orasi, serta Ustadz Dr. Adi Hidayat, Ph.D. (UAH). Ketua MWA Komjen Pol (Purn.) Drs. Nanan Soekarna berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah umrah dan diwakili oleh Sekretaris MWA.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris MWA, Prof. Dr. Riandi, M.Si., Ketua MWA menegaskan pentingnya nilai-nilai dasar dalam menggerakkan ekosistem UPI. Tiga prinsip utama menjadi pedoman MWA, yaitu Values for Value (menjunjung nilai luhur untuk menghasilkan nilai kemanusiaan), Full Commitment, No Conspiracy (bekerja tanpa kolusi dan kepentingan tersembunyi), serta Integrity Defender (menjaga dan membela integritas dalam setiap keputusan).

“Keunggulan sejati tidak hanya diukur dari prestasi akademik, melainkan dari integritas yang melekat pada setiap insan UPI,” ujarnya dalam pesan tertulis.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., dalam pidatonya menyampaikan capaian UPI yang semakin menonjol di kancah internasional. Berdasarkan US World University Ranking by Subject 2025, UPI menempati peringkat 251-300 dunia dan 64 di Asia pada bidang Pendidikan, sekaligus menjadi nomor satu di Indonesia. Di bidang Bahasa dan Sastra Inggris serta Linguistik, UPI juga menembus peringkat 300 besar dunia.

Selain peningkatan reputasi akademik, Rektor juga menyoroti prestasi mahasiswa dan dosen yang terus meningkat, termasuk dua penghargaan tertinggi pada ajang International Mathematics and Science Creativity Competition (IMSC) 2025 di Korea Selatan. Ia juga menegaskan pentingnya agenda keberlanjutan melalui gerakan Zero Waste, efisiensi energi, dan digitalisasi layanan kampus, yang membawa UPI ke posisi 500 besar dunia dalam UI GreenMetric. “UPI harus menjadi rumah pendidikan berkarakter unggul, pusat riset berkelas dunia, dan motor penggerak perubahan masyarakat,” tegas Rektor.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya mengajak UPI untuk terus menjadi pelopor pendidikan yang membumi dan berpijak pada nilai-nilai budaya Sunda, khususnya falsafah silih asah, silih asih, silih asuh. Ia menilai UPI sebagai “miniatur negara” yang harus menyeimbangkan gerak struktural dengan perilaku kultural.

“UPI memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter bangsa. Pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tapi juga pembentukan manusia yang berbudaya,” ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Ustadz Dr. Adi Hidayat menegaskan bahwa pendidikan harus mencerdaskan akal sekaligus menumbuhkan keimanan dan akhlak. Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.

“Kampus yang hanya mencerdaskan otak tanpa mendidik jiwa akan kehilangan makna pendidikannya,” ungkapnya.

UAH juga mengumumkan kerja sama riset lintas negara yang melibatkan mahasiswa pascasarjana UPI di Arab Saudi serta hibah 10.000 paket literasi Al-Qur’an melalui Quantum Agama Institute untuk memperkuat integrasi ilmu dan nilai spiritual di kampus.

Rangkaian peringatan Dies Natalis ke-71 ditutup dengan doa yang menggema di seluruh ruangan, menjadikan momen ini menjadi refleksi perjalanan panjang UPI dalam membangun pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Dengan semangat Melesat Bersama untuk UPI Gemilang, universitas meneguhkan langkahnya untuk terus berinovasi, memperkuat integritas, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi bangsa dan dunia. (CS)