Bandung, UPI

Kehadiran kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam UPI INNOVATION EXPO & SEMINAR 2025 adalah sebagai bentuk dukungan Kemdiktisaintek terhadap hasil riset sivitas akademika UPI. Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan Science Techno Park Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tampil dalam pameran tersebut sebanyak 50+ Showcase Produk Inovasi UPI dari berbagai bidang, yaitu pendidikan, teknologi, dan sains terapan. Informasi tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., dalam sebuah wawancara di sela-sela kegiatan Seminar, Innovation Showcases, dan Innovation and Business Talks di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI Bumi Siliwangi, Jalan Dr. Setiabudi No. 229, pada Selasa (21/10/2025).

Pada kesempatan tersebut, Dr. Fauzan Adziman juga mengatakan bahwa di dalam UPI INNOVATION EXPO & SEMINAR 2025 tersebut dipamerkan hasil-hasil riset, diantaranya adalah pengembangan cat yang bisa mengurangi tempetarur dalam ruang. Cat tersebut bernama βeCool yaitu cat pelapis atap dengan kemampuan mereflektansi surya yang sangat tinggi, sehingga tercipta permukaan atap yang dingin. Inovasi cat hasil pengembangan di dalam kampus ini sudah diperkenalkan secara luas. Selain itu, ada juga riset pengembangan Solar Cell secara organik yang bisa menyerap energi yang bisa menghasilkan energi untuk listrik, serta dipamerkan juga bentuk-bentuk kreativitas untuk pengembangan alat-alat pendidikan.

“Berdasarkan hasil pengamatan kami, kami ingin membantu, supaya bisa kita kembangkan agar inovasi-inovasi yang dihasilkan di kampus itu memiliki nilai ekonomis dan juga dampak sosial serta ekologi yang tinggi. Kami di Kementerian sangat mendukung,” ujarnya.

Beberapa program yang dikembangkan di UPI, lanjutnya, sebetulnya sudah masuk pembahasan Himpunan Bank-Bank Milik Negara, dimana sebelumnya Pemerintah melalui Kemenkeu telah menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun kepada Himbara untuk dikembangkan ke sektor riil termasuk bidang Sains, dan Teknologi.

Ditegaskannya,”Saat ini Kami sedang mengkurasi produk-produk tersebut agar bisa masuk ke dalam dukungan perbankan di Indonesia, sehingga perputaran uang tersebut bisa membantu pengembangan hasil-hasil riset di kampus. Kita tidak hanya mendorong produknya tapi juga sumber dayanya.”

Secara bersamaan, ungkapnya lagi, kami bersama 12 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang bekerja di bidang pendidikan sedang membangun peta jalan untuk meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia agar lebih strategis dan sistematis untuk mencapai kemandirian dan keunggulan akademik, riset, serta inovasi. Kami membiayai pendanaan riset ke arah sana, tidak hanya teknologi tetapi juga SDM.

“Kami memiliki empat pilar strategi sains dan teknologi (saintek) yang mendukung pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Yang pertama adalah pengembangan bina talenta. Kedua, peningkatan kualitas hasil riset dari hulu hingga ke hilir. Ketiga adalah hilirisasi riset berbasis kemitraan. Berkolaborasi dengan pihak di luar kampus menjadi kunci. Keempat adalah adaptif dan berbasis sains dengan mengembangkan kajian-kajian supaya pengambilan keputusan, pengembangan regulasi itu bisa berbasis data dan berbasis kajian-kajian kepakaran dari pakar-pakar di kampus, karena kita ingin kampus itu menjadi simpul pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (dodiangga)