
Pangandaran, UPI — Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Pelatihan dan Pembinaan Matematika berbasis Computational Thinking dan Pemodelan Matematis di SMP Negeri 1 Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Selasa (15/7/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kepakaran Ilmu Pendidikan Matematika, hasil kolaborasi antara UPI, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Pangandaran, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 40 guru matematika dari sekolah negeri dan swasta berpartisipasi dalam pelatihan ini.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Agus Nurdin, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya kesempatan ini sebagai ajang peningkatan kompetensi guru.
“Pelatihan ini kesempatan langka. Para guru diharapkan menyimak dengan baik, aktif bertanya, dan memahami konsep Computational Thinking serta Pemodelan Matematis agar bisa diterapkan di kelas,” ujarnya.
Menurutnya, capaian literasi numerasi siswa SMP di Pangandaran sudah baik di tingkat Jawa Barat, dan kegiatan seperti ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas tersebut.
Pelatihan menghadirkan dua pakar pendidikan matematika UPI, yakni Prof. Turmudi, M.Ed., M.Sc., Ph.D., dan Prof. Dr. Elah Nurlaelah, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Turmudi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi terhadap penguatan kualitas pembelajaran di sekolah.
“PkM ini bukan hanya tentang pelatihan metode, tetapi juga upaya membangun budaya berpikir ilmiah di kalangan guru,” jelasnya.
Ia memaparkan penerapan pemodelan matematika dalam konteks kehidupan nyata, salah satunya penelitian yang menggunakan model matematika untuk menganalisis kualitas air sungai berdasarkan pH dan kandungan bakteri.

“Melalui pemodelan, siswa bisa memahami peran matematika dalam menjaga lingkungan, misalnya hubungan antara pH air dan usia biota sungai,” tambahnya.
Sementara itu, Prof. Elah Nurlaelah menyoroti pentingnya kemampuan Computational Thinking (CT) yang kini menjadi bagian dari tes Programme for International Student Assessment (PISA) oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Ia menjelaskan bahwa CT meliputi kemampuan abstraksi, dekomposisi, pengenalan pola, dan algoritma.

“Computational Thinking adalah kemampuan berpikir logis yang relevan untuk berbagai bidang, tidak hanya untuk pemrograman komputer,” ungkapnya.
Peserta tampak antusias mengikuti sesi pelatihan, terutama saat berdiskusi mengenai penerapan pendekatan CT dan pemodelan matematika di kelas. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para guru menyampaikan keinginan agar pelatihan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Pelatihan ini menegaskan komitmen UPI untuk terus berperan dalam peningkatan mutu pendidikan nasional melalui inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21 dan mendukung penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning di sekolah. (RK)
Kontributor KKIPP UPI/ Prof. Turmudi, Ph.D.

