Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan dua agenda akademik internasional sekaligus, yaitu The 10th Mathematics, Science, and Computer Science Education International Seminar (MSCEIS) dan The 11th International Workshop on Active Learning and Sustainability (IWALS) 2025. Acara yang berlangsung dari 6–8 November 2025 ini menegaskan komitmen UPI dalam memajukan riset, inovasi digital, dan praktik pembelajaran berkelanjutan, sekaligus memperkuat jejaring akademik global.

Kegiatan yang berpusat di Auditorium Gedung JICA Kampus UPI Bandung dan diikuti juga secara daring oleh peserta dari berbagai negara ini menjadi bukti nyata kontribusi UPI sebagai institusi yang mendorong transformasi keilmuan. Tujuannya adalah memperkuat kolaborasi akademik internasional, memajukan riset inovatif, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi), dan SDG 17 (Kemitraan Global).

Ketua Pelaksana, Dr. Rini Solihat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Dengan terselenggaranya The 10th MSCEIS & The 11th IWALS 2025, FPMIPA UPI berharap kegiatan ini menjadi pijakan bagi pengembangan riset dan inovasi pembelajaran menuju pendidikan yang bermakna, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Seminar dan lokakarya bertaraf global ini fokus pada tema besar “Digital Innovation in Mathematics, Computer, Science Learning, and Research to Accelerate Meaningful Learning and the Attainment of the SDGs.”

Rektor UPI secara resmi membuka kegiatan ini, menegaskan peran krusial institusi pendidikan dalam inovasi global. Kegiatan ini menghadirkan pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai negara dan institusi ternama, antara lain: Prof. Brian Yuliarto, Ph.D (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi – Indonesia); Prof. Chun-Yen Chang, Ph.D & Prof. Tzu-Chien Liu (NTNU Taiwan); Prof. Dr. P.H.M. (Paul) Drijvers (Utrecht University, Belanda); Prof. Dr. Mustafa Sozbilir (Ataturk University, Turki) dan Assoc. Prof. Chatree Faikamtha, Ph.D (Kasetsart University, Thailand).

Lebih dari 160 makalah dipresentasikan dalam sesi paralel, menunjukkan tingginya produktivitas riset yang berkembang di lingkungan UPI. Kegiatan ini juga memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa pada bidang pendidikan STEM, inovasi digital, dan pembelajaran berkelanjutan.

Rangkaian acara diisi dengan STEM Workshop (6 November), dilanjutkan dengan sesi pleno, parallel sessions, workshop IWALS, diskusi panel, dan networking session pada 7–8 November 2025.

Sebagai tindak lanjut, seminar ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk: Memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi riset dan joint publication; Mengintegrasikan hasil seminar ke dalam pengembangan kurikulum FPMIPA UPI; dan Mengembangkan pusat inovasi digital sebagai wadah riset teknologi pendidikan.

Kegiatan MSCEIS & IWALS 2025 ditutup dengan penyerahan penghargaan pemakalah terbaik dan pengumuman publikasi prosiding, menandai berakhirnya forum ilmiah yang diharapkan menjadi landasan strategis bagi penguatan riset dan inovasi pendidikan di UPI. (Eki Nugraha)