
Sumedang, UPI — Komitmen untuk mencetak generasi sehat dan cerdas diwujudkan oleh Kelompok 24 P2MB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Sosialisasi GELIAT (Gerakan Peduli Gizi Anak Sehat). Acara yang berfokus pada pencegahan stunting ini dilaksanakan meriah pada hari Senin, 17 November 2025, bertempat di Aula Desa Bojongloa, Kecamatan Buah dua, Sumedang.
Kegiatan itu bukan sekadar sosialisasi. Lebih dari itu, ia menjadi ruang dialog antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat tentang bagaimana mencegah stunting sejak dini. Hadir mendampingi, Kepala Desa Bojongloa, Ketua TP PKK, Ketua Kader Pembangunan Manusia (KPM), hingga bidan desa yang menjadi pemateri utama. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa isu gizi tak hanya menjadi urusan rumah tangga, tetapi kepentingan bersama.
Di hadapan para orang tua, penanggung jawab kegiatan, Aghisni Nur Fariza, menyampaikan pesan sederhana namun kuat: pencegahan stunting dimulai dari komitmen keluarga.
“Kami ingin mengajak para orang tua untuk bersama-sama memastikan anak-anak di Bojongloa tumbuh dengan nutrisi terbaik,” ujarnya.
Suara Aghisni menggambarkan harapan—bahwa pengetahuan dapat menjadi langkah awal perubahan.
Setelah sesi penyuluhan, suasana aula berubah menjadi dapur belajar. Mahasiswa memperkenalkan MPASI Puding Daun Kelor, menu sederhana yang mudah dibuat namun kaya manfaat. Daun kelor, yang banyak tumbuh di sekitar desa, dipilih sebagai bahan utama. Wangi bubuk kelor yang dicampur adonan puding memenuhi ruangan, sementara para orang tua memperhatikan setiap langkah yang ditunjukkan.

Demo masak ini menjadi bagian yang paling mencuri perhatian. Tak sedikit orang tua yang tampak terkejut mengetahui bahwa bahan-bahan sederhana dapat menghasilkan makanan pendamping ASI yang kaya nutrisi. Ada yang mencatat resepnya, ada pula yang langsung berdiskusi bagaimana membiasakan anak menyukai camilan sehat.
Mahasiswa UPI di Sumedang berharap edukasi ini tak berhenti sebagai acara satu hari, tetapi menjadi langkah kecil menuju perubahan besar—mewujudkan anak-anak Bojongloa tumbuh lebih sehat, kuat, dan jauh dari ancaman stunting.
Karena di desa kecil itu, di tangan para orang tua yang semakin paham akan gizi, masa depan anak-anak perlahan sedang dibentuk.
Kegiatan Geliat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak serta menjadi langkah berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting di Desa Bojongloa. (RK)
Kontributor KKIPP UPI: Lisdiana Utami & Kelompok 24 P2MB Kampus UPI di Sumedang

