Bandung, UPI – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Penyerahan SK Pengangkatan Pegawai Tetap Dosen dan Tenaga Kependidikan tahun 2025 pada Senin (17/11), bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana Baru. Kegiatan ini menandai langkah strategis UPI dalam memperkuat sumber daya manusia sebagai bagian dari komitmen UPI sebagai Kampus Pendidikan dan Kampus Berdampak.

Acara dihadiri oleh Kepala Bagian Pengadaan, Mutasi, dan Pensiun Biro SDM UPI, Neni Zulviliansih, S.Pd., M.M., Kepala Biro SDM UPI Panji Nurul Fath, S.T., M.M., serta Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi (WR 2), Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., yang sekaligus memberikan sambutan dan arahan.

Dalam laporan kegiatan yang disampaikan Kepala Bagian Pengadaan SDM UPI, Neni Zulviliansih, disebutkan bahwa sebanyak 139 Calon Pegawai Tetap (CPT) dinyatakan lulus seluruh rangkaian panjang proses pengangkatan pegawai tetap, terdiri atas 14 dosen dan 125 tenaga kependidikan.

Rangkaian proses tersebut meliputi tahapan rekruitmen hingga pemberkasan, termasuk pendidikan pra-jabatan, serangkaian tes pada 14–18 Juli 2025, sosialisasi, pendampingan, serta wawancara. Seluruh peserta kemudian direkomendasikan oleh pimpinan unit kerja masing-masing sebagai syarat akhir penetapan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan ini. Selamat kepada seluruh pegawai yang hari ini resmi menerima SK Pegawai Tetap UPI,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Tri Indri Hardini menegaskan bahwa pengangkatan pegawai tetap bukan hanya bentuk penghargaan, melainkan amanah besar yang harus dijaga melalui disiplin, etika, dan integritas. WR 2 mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan untuk menjadi bagian penting dari transformasi UPI.

“Ini adalah hari istimewa bagi Ibu dan Bapak semua. Status baru berarti tanggung jawab baru. UPI terus berbenah, dan kami membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh pegawai untuk memastikan proses akselerasi berjalan baik,” tuturnya.

Beliau menekankan beberapa hal penting:

  • Disiplin kehadiran dan profesionalisme sebagai standar dasar pegawai.
  • Penegakan kode etik dan perilaku, baik bagi dosen maupun tenaga kependidikan.
  • Performa kinerja yang terukur.
  • Kesiapan menghadapi tantangan transformasi organisasi, termasuk kemungkinan rotasi pegawai berdasarkan kebutuhan unit kerja.

“UPI adalah rumah kita bersama. Jagalah nama baik institusi, jaga etika, dan jadilah bagian dari perubahan yang membawa keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, dan universitas,” tambahnya.

Dalam rangkaian acara, WR 2 juga menyerahkan Penghargaan Jalan Serempak Berdampak, sebuah apresiasi bagi unit kerja yang berpartisipasi dalam kegiatan UPI Berjalan Serempak dan Berdampak pada Jumat (7/11). Penghargaan ini merupakan wujud komitmen UPI sebagai Kampus Berdampak yang menekankan kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata terhadap lingkungan kampus dan masyarakat luas.

Kegiatan penyerahan SK ini kembali menegaskan komitmen UPI dalam memperkuat kualitas SDM sebagai fondasi utama universitas pendidikan. Upaya ini sejalan dengan nilai UPI SDGs, terutama pada aspek peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4), pembangunan institusi yang kuat (SDG 16), dan kesejahteraan pegawai (SDG 8).

Dengan bertambahnya 139 pegawai tetap baru, UPI berharap kualitas layanan pendidikan, tata kelola, dan inovasi kampus semakin meningkat, mendukung percepatan pencapaian visi UPI menuju universitas berkelas dunia yang unggul, religius, edukatif, dan ilmiah. (CS)