
Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) UPI Kamda Sumedang terus menggencarkan upaya pencegahan stunting melalui program GENTING (Gerakan Nol Toleransi Stunting) di Desa Jambu, Selasa 18 November 2025. Program edukasi ini menyasar orang tua, ibu hamil, dan remaja putri di empat Posyandu Desa Jambu, dengan fokus sosialisasi lima pilar pencegahan stunting berbasis pendekatan ABCDE.
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan secara bertahap pada setiap tanggal 10 sampai 13 setiap bulan selama dua bulan ini berlokasi di Posyandu Nusa Indah, Melati, Angkrek, dan Cempaka. Total delapan sesi edukasi telah dilakukan untuk memastikan informasi tersampaikan secara menyeluruh. Lebih dari 100 brosur berisi materi pencegahan stunting juga dibagikan kepada warga.
Pendekatan ABCDE yang disampaikan kepada masyarakat meliputi:
Aktif minum Tablet Tambah Darah, Bumil teratur periksa kehamilan, Cukupi konsumsi protein hewani, Datang ke Posyandu setiap bulan, dan Eksklusif ASI selama 6 bulan
Program ini turut diperluas ke Posyandu Remaja sebagai upaya edukasi jangka panjang bagi remaja putri. Kegiatan di Posyandu dan Posyandu Remaja mendapat dukungan dari Bidan Desa Jambu, Wiwin, serta ketua kader masing-masing Posyandu.
Menurut Bidan Wiwin, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat. “Penyuluhan ini diharapkan dapat mewujudkan warga Desa Jambu yang peka terhadap kondisi kesehatan di sekitarnya. Jika warga mampu mengenali dan mencegah stunting, maka ke depan tercipta Stunting Free Village,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan rutin GENTING, mahasiswa P2MB UPI berharap masyarakat dapat semakin aktif memantau tumbuh kembang anak, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta meningkatkan kunjungan ke Posyandu sebagai langkah pencegahan stunting jangka panjang.
Dengan dukungan petugas kesehatan dan kader, Desa Jambu optimis dapat menekan angka risiko stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak di masa mendatang. (rk)
Kontributor KKIPP UPI: Refalina Febriani

