
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan komitmen penuh terhadap kesejahteraan mahasiswanya dengan memberikan bantuan pendidikan konkret kepada Olivia, mahasiswa Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), yang belum lama ini mengalami musibah berat. Bantuan ini diserahkan melalui Surat Keputusan (SK) Rektor secara resmi pada Rabu (10/12/2025) di Ruang Rapat Timur Villa Isola UPI, Bandung.
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., memimpin langsung penyerahan SK tersebut sebagai bentuk empati dan dukungan institusi. Prof. Didi Sukyadi mengungkapkan bahwa pimpinan universitas telah melakukan kunjungan kepada Olivia dan keluarga segera setelah musibah terjadi, dan berdasarkan pembahasan internal, UPI berkomitmen meringankan beban yang dialami.
Bantuan yang diberikan UPI bersifat menyeluruh guna memastikan kelancaran studi Olivia hingga selesai. Bentuk dukungan tersebut meliputi Pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan dalam SK Rektor. Fasilitas tempat tinggal di asrama UPI, jika dibutuhkan dan Bantuan biaya hidup sebesar Rp750.000 per bulan hingga semester 8.
Prof. Didi Sukyadi menjelaskan bahwa penyerahan SK ini merupakan proses resmi internal agar seluruh unit terkait keuangan, asrama, dan Direktorat Pendidikan dapat menindaklanjuti bantuan dengan dasar yang jelas.
Sepupu Olivia, Erik, menyampaikan apresiasi mendalam kepada UPI atas dukungan yang diberikan, baik secara finansial maupun pemulihan mental. Ia menyebut bahwa kunjungan langsung dari Wakil Rektor dan Wakil Dekan ke kediaman keluarga pasca-kejadian menjadi bentuk perhatian nyata dari kampus.

“Alhamdulillah, satu minggu setelah kejadian, Olivia telah kembali mengikuti perkuliahan,” kata Erik. “Pihak keluarga berharap dukungan dari UPI terus berlanjut agar Olivia dapat menyelesaikan studinya. Keberhasilan Olivia menyelesaikan kuliahnya menjadi harapan besar seluruh keluarga.”
Saat ini, UPI juga tengah memproses bantuan serupa untuk mahasiswa lain yang terdampak musibah. Terdapat empat mahasiswa yang telah terdata dengan kondisi berbeda, dan bantuan akan diberikan berdasarkan kajian kasus per kasus oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Direktorat Kemahasiswaan. Pihak universitas menegaskan akan mengevaluasi kasus-kasus serupa dari fakultas lain untuk pemberian dukungan sesuai kemampuan dan sumber daya universitas.
Melalui langkah proaktif ini, UPI menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dan memberikan dukungan optimal, memastikan mahasiswa yang menghadapi situasi sulit tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dengan baik. (Rija)

