Tim ahli dari UPI melaksanakan pendampingan psikososial bagi anak-anak dan remaja korban banjir di Langkat, Sumatera Utara, Minggu (21/12).

Langkat, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengirimkan tim dosen lintas fakultas untuk melaksanakan pendampingan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak dan remaja korban banjir di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi pengungsian MAN 1 Langkat dan diikuti sekitar 100 anak dan remaja.

Program trauma healing tersebut merupakan bentuk kepedulian sivitas akademika UPI dalam membantu pemulihan kondisi psikologis kelompok rentan pascabencana. Tim pendamping terdiri atas dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI, yang memiliki keahlian di bidang psikologi pendidikan, bimbingan konseling, dan kesehatan mental.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai permainan edukatif, aktivitas kelompok, serta konseling singkat dengan pendekatan psikososial. Kegiatan ini bertujuan membantu mengurangi kecemasan, rasa takut, serta tekanan emosional akibat peristiwa banjir yang melanda wilayah tersebut.

Anak-anak terdampak bencana tampak antusias mengikuti permainan kreatif dan latihan konsentrasi yang dirancang untuk menstimulasi ekspresi emosi positif. Sementara itu, kelompok remaja dibimbing untuk memperkuat daya resiliensi, keterampilan pemecahan masalah, serta membangun kembali harapan dan rasa percaya diri.

Ketua tim, Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd., menegaskan pentingnya pendampingan psikologis segera setelah bencana terjadi.

“Trauma healing membantu anak-anak dan remaja memulihkan rasa aman dan percaya diri, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dan belajar secara normal,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemulihan kesehatan mental, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendekatan pembelajaran psikososial, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan ketahanan sosial masyarakat terdampak bencana.

Melalui kegiatan ini, UPI berharap dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan psikologis warga terdampak banjir, terutama anak-anak dan remaja yang rentan secara emosional, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam respons kemanusiaan berbasis keilmuan. (RK)