
UPI, 8 Januari 2026 — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan alat pengering singkong berbasis energi surya bernama HEATSING (Heating Technology for Singkong) melalui Program Mahasiswa Berdampak BEM UPI 2025. Inovasi ini diterapkan di Desa Sukamelang, Kabupaten Subang, sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal singkong.
Pengembangan HEATSING menjadi puncak rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa yang dirangkaikan dengan seminar hasil serta penyerahan invensi kepada masyarakat desa sebagai aset bersama. Program ini mengusung tema With UPI, Cassava is Gold dan berfokus pada penguatan ekonomi desa melalui teknologi tepat guna.
Ketua Pembimbing PM-BEM UPI, Dr. Selly Feranie, M.Si., menyampaikan bahwa HEATSING merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab permasalahan pascapanen singkong.
“Melalui program ini mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Harapannya, Desa Sukamelang dapat semakin mandiri dengan dukungan teknologi yang tepat guna,” ujarnya.
HEATSING dirancang sebagai alat pengering singkong berbasis energi surya yang tetap dapat beroperasi saat cuaca mendung maupun hujan. Alat ini dilengkapi sistem pemanas otomatis dan baterai penyimpan daya, sehingga proses pengeringan dapat berlangsung lebih stabil, higienis, dan tidak bergantung sepenuhnya pada panas matahari langsung.

Pengeringan dilakukan dalam ruang tertutup dengan bantuan exhaust fan untuk menjaga sirkulasi udara dan mencegah pengembunan. Pengembangan alat ini melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) UPI, mulai dari tahap perancangan hingga perakitan.
Ketua Kelompok Tani Desa Sukamelang, Usep, menyampaikan bahwa kehadiran HEATSING sangat membantu aktivitas petani.
“Kalau dulu hujan turun kami harus buru-buru mengangkat singkong. Sekarang pengeringan bisa tetap berjalan dan hasilnya lebih bersih,” ujarnya.
Selain meningkatkan efisiensi waktu, kualitas singkong hasil pengeringan juga dinilai lebih baik sehingga berdampak pada peningkatan nilai jual produk. Perwakilan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI, Aep, menyebut program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Program ini berkontribusi pada SDGs 1, 2, dan 8, serta mendukung SDGs 9 dan 12 melalui pemanfaatan teknologi dan produksi berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui inovasi HEATSING, mahasiswa UPI menunjukkan peran aktif dalam menghadirkan solusi teknologi yang mendukung kemandirian ekonomi desa dan pembangunan berkelanjutan. (RK)
Kontributor KKIPP/ Muhamad Fathur Rochman Ar-Rosyid

