
UPI, 8 Januari 2026 — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (BESA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menghadirkan sejumlah praktisi industri kreatif dalam kegiatan BE TALK 2025 guna membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan strategi marketing, branding, dan content development di era digital. Kegiatan ini digelar di Auditorium Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI, Selasa (30/9).
BE TALK 2025 menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang industri kreatif dan kewirausahaan, yakni Fahrul Fauzi, content creator dari Innovation Heroes; Apina Nahdi, pemilik Kylafood dan Aksen Coffee; serta Azhyra Pinasthika, pemilik Arealama dan mahasiswa Magister Manajemen Universitas Padjadjaran.
Pada sesi pertama, Fahrul Fauzi memaparkan pentingnya strategi pembuatan konten yang relevan dan bernilai bagi audiens. Ia menekankan bahwa konten digital tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sarana membangun kedekatan emosional dengan audiens melalui pendekatan storytelling.
“Konten yang baik bukan hanya informatif, tetapi juga mampu membangun koneksi emosional dengan audiens,” ujarnya.
Sesi selanjutnya diisi oleh Apina Nahdi yang membagikan pengalamannya dalam mengembangkan brand lokal hingga dikenal luas oleh masyarakat. Melalui materi bertajuk From Local to Viral, ia menekankan pentingnya konsistensi dan kreativitas dalam membangun citra merek. Peserta diajak menyusun ide promosi yang aplikatif dan sesuai dengan karakter brand.
Pada sesi terakhir, Azhyra Pinasthika membahas konsep brand identity dan brand story sebagai fondasi utama dalam membangun merek yang kuat. Ia menjelaskan bahwa brand perlu memiliki nilai, karakter, dan cerita yang autentik agar mampu bertahan di tengah persaingan industri kreatif.

Melalui BE TALK 2025, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman praktis mengenai strategi marketing dan branding digital yang dapat diterapkan baik dalam konteks akademik maupun dunia profesional. (RK)
Kontributor KKIPP/ Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bisnis

