Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional (DKUI) menyambut kedatangan lima mahasiswa program student exchange dari La Rochelle Université, Prancis, yang digelar di Gedung Center of Excellence (COE) UPI, Senin (2/2/2026).

Penyambutan mahasiswa internasional tersebut dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama internasional UPI dan La Rochelle Université yang telah terjalin sejak 2019 dan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun.

Dalam sambutannya, Prof. Vanessa Gaffar menyampaikan bahwa program student exchange memiliki nilai strategis bagi UPI dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

“Salah satu target kinerja UPI adalah peningkatan jumlah mahasiswa internasional. Program student exchange ini menunjukkan bahwa UPI dipercaya oleh mitra perguruan tinggi luar negeri untuk menjadi tempat studi mahasiswa mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepercayaan tersebut mencerminkan pengakuan terhadap standar akademik UPI di tingkat internasional. Prof. Vanessa juga berharap mahasiswa asing dapat beradaptasi dengan baik serta aktif berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia selama mengikuti program.

Dalam program student exchange kali ini, lima mahasiswa asal Prancis akan mengikuti kegiatan akademik di UPI selama satu semester, terhitung mulai Februari hingga 30 Juni 2026. Selain mengikuti program magang, para mahasiswa juga mengambil sejumlah mata kuliah di beberapa program studi, di antaranya Bahasa dan Sastra Inggris, Pendidikan Bahasa Prancis, dan Pendidikan Bahasa Sunda, serta mata kuliah pendukung seperti content writing, exploring fiction, penulisan akademik, dan pengantar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Direktur DKUI UPI, Pupung Purnawarman, M.Sc.Ed., Ph.D., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman akademik dan budaya secara menyeluruh.

“Lima mahasiswa dari La Rochelle akan mengikuti program exchange berupa magang dan perkuliahan di beberapa program studi selama satu semester penuh, mulai hari ini hingga 30 Juni 2026,” ujarnya.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa internasional juga didorong untuk mempelajari budaya lokal. Salah satu mahasiswa asal Prancis, Fannela Jeanne, yang mengambil mata kuliah Bahasa Sunda, mengaku tertarik mempelajari bahasa daerah sebagai bagian dari pemahaman budaya Indonesia.

Fannela Jeanne, salah satu peserta pertukaran pelajar di UPI mengaku tertarik mempelajari Budaya Sunda terutama bahasa**

“Saya memang belum pernah mempelajarinya sebelumnya, tetapi saya sangat menyukainya. Bagi saya, bahasa adalah bagian dari budaya, sehingga penting untuk dipelajari. Saya ingin sedekat mungkin dengan Indonesia,” ujarnya.

DKUI memastikan seluruh kebutuhan administratif mahasiswa internasional, termasuk pengurusan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), student mobility form, serta pendampingan akademik dan nonakademik, akan difasilitasi secara terpusat. Para mahasiswa juga akan didampingi oleh student buddy selama menjalani kegiatan di lingkungan kampus.

Melalui program student exchange ini, UPI terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang dipercaya mitra internasional serta berkomitmen membangun atmosfer akademik global yang inklusif dan kolaboratif. *** (RK)