Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah strategis Pemerintah Kota Bandung dalam menangani persoalan sampah melalui program GasLah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan kolaboratif bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di balai Kota Bandung, Rabu (25/2).

Rektor UPI menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan, UPI memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terjun langsung memberikan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan.

Dalam keterangannya, Rektor UPI menyatakan kesiapan universitas untuk menjadi mitra strategis pemerintah. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan diwujudkan melalui penguatan riset lingkungan dan inovasi teknologi pengolahan sampah.

“UPI siap menyukseskan Program GasLah. Dukungan kami mencakup inovasi teknologi, edukasi publik berbasis literasi lingkungan, serta pelibatan aktif mahasiswa sebagai agen perubahan,” tegas Rektor UPI.

Salah satu langkah nyata yang akan diambil adalah mengintegrasikan program ini ke dalam kebijakan Kemendiktisaintek melalui skema KuliahKerja Nyata (KKN) TematikLingkungan. Melalui program ini, mahasiswa UPI akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk melakukan edukasi pemilahan sampah dari sumbernya, memperkuat manajemen dan tata kelola bank sampah, dan mendampingi komunitas dalam menciptakan inovasi pengolahan sampah mandiri.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam memilah sampah. Selain itu, sinergi ini bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi berbasis riset kampus yang dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam tata kelola lingkungan.

Rektor UPI meyakini bahwa kunci utama dari penanganan sampah adalah sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat (triple helix). Dengan semangat gotong royong, Kota Bandung diharapkan mampu menjadi model kota pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga berdaya dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Mari kita dukung bersama Bandung yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (DN)