
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai agenda rutin tahunan yang tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen dalam memajukan pendidikan nasional yang dilaksanakan di Parkiran Gd. Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Sabtu, (2/5/2025).
Rektor UPI, Didi Sukyadi, menegaskan bahwa upacara ini menjadi sarana untuk mengenang perjuangan para tokoh pendidikan, mulai dari Ki Hajar Dewantara hingga para guru di berbagai pelosok daerah yang telah mengabdikan diri dalam keterbatasan.
“Momentum ini mengajak kita untuk merenungkan kembali perjuangan para pendidik sekaligus memperkuat semangat dalam mengejar cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, agar Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat di kancah global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa sektor pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya angka partisipasi pendidikan, baik pada jenjang dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Saat ini, rata-rata lama sekolah di Indonesia masih berada pada kisaran sembilan tahun, sementara angka partisipasi kasar pendidikan tinggi baru mencapai sekitar 28 persen.
Dalam konteks tersebut, UPI meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja institusi melalui peran aktif seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan. Upaya ini diarahkan agar UPI semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan berkontribusi di tingkat global.
Selain penguatan akademik dan riset, UPI juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pusat. Kerja sama tersebut bertujuan untuk memperluas manfaat hasil penelitian, meningkatkan hilirisasi inovasi, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi.
Berbagai program strategis terus didorong, seperti KKN Tematik, praktik mengajar berdampak, serta kontribusi dalam mengatasi kekurangan tenaga guru, khususnya di wilayah Jawa Barat. UPI juga berupaya memperjuangkan kesejahteraan guru honorer yang hingga kini masih menghadapi berbagai kendala.
Di tingkat nasional, UPI turut berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap penyusunan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, khususnya Komisi X. Keterlibatan ini diharapkan mampu menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif, akomodatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.
“Pada momentum Hari Pendidikan Nasional ini, kita menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, mulai dari alokasi anggaran pendidikan, pemerataan distribusi guru, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Namun dengan semangat kolaborasi, kerja keras, dan gotong royong, kami optimistis seluruh tantangan tersebut dapat diatasi demi mewujudkan amanah konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutupnya.
Melalui momentum Hardiknas, UPI menegaskan kembali perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkomitmen kuat dalam membangun peradaban bangsa. (Rija/DN)

