Padalarang, UPI

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Julianto, memberikan paparan dalam acara Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) Indonesia yang bertempat di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/5/2026). Dalam forum strategis MWA tahun ini, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara bagi seluruh pimpinan MWA PTN-BH se-Indonesia.

Acara yang mengusung tema “Memperkuat Tata Kelola dan Keberlanjutan PTNBH dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Tinggi” ini dihadiri oleh pimpinan MWA dari berbagai PTN-BH di seluruh tanah air. Dalam kesempatan tersebut, Brian Julianto menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan hilirisasi riset sebagai kunci utama kemandirian bangsa. Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para dosen dan guru besar yang tetap konsisten melakukan riset, meski sering kali dianggap hanya menghasilkan dokumen akademik.

Menurut Brian, kekuatan teknologi adalah faktor utama yang membawa negara maju menuju kemandirian pangan dan energi. Ia mencontohkan bahwa temuan riset dari kampus saat ini mulai diimplementasikan untuk solusi nasional, seperti penanganan 8.000 ton sampah per hari di Jakarta serta proyek strategis Giant Seawall melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pantai Utara Jawa.

“Sesungguhnya bangsa kita sangat terbantu oleh ketekunan Bapak/Ibu dosen. Bersama anggota MWA, merekalah garda terdepan kemajuan perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Brian Julianto dalam pembukaan paparan yang disampaikan secara daring.

Lebih lanjut, Mendiktisaintek menyoroti pentingnya hilirisasi riset menjadi produk komersial melalui kolaborasi dengan industri. Ia memaparkan kisah sukses jenama parfum lokal HMNS (Humans) karya alumni perguruan tinggi yang telah merambah pasar internasional dengan omzet Rp500 miliar per tahun. Hal ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa inovasi kampus dapat bertransformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi dengan kontribusi pajak mencapai Rp100 miliar.

Terkait kebijakan, kementerian berkomitmen untuk mempermudah regulasi yang menghambat pergerakan PTN-BH. Brian menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap masukan untuk menyusun ulang aturan agar lebih memudahkan tata kelola kampus. Dari sisi finansial, kementerian tetap memperjuangkan agar dana riset terus ditambah dan program beasiswa tidak mengalami penurunan.

“BOPTN juga sedang kami perjuangkan agar tetap stabil dan tidak turun dibandingkan tahun lalu. Semua ini masih dalam rencana yang kami siapkan untuk mendukung Bapak dan Ibu sekalian,” tambahnya.

Sebagai tuan rumah, UPI sukses memfasilitasi pertemuan yang diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah ini. Di akhir paparannya, Brian Julianto mengundang Forum MWA PTN-BH untuk menyampaikan hasil rekomendasi tersebut agar dapat diperjuangkan lebih lanjut demi kemajuan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi di Indonesia maupun di tingkat global. (RK)