Bandung, UPI

Momentum Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tidak sekadar menjadi agenda ritual tahunan. Pada penyelenggaraan kurban kali ini, UPI sukses mengukir sejarah baru dengan meluncurkan sebuah buku khusus tentang kurban yang memadukan dimensi spiritual dan isu keberlanjutan global.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah lantaran merupakan inovasi literasi pertama yang diterbitkan oleh panitia kurban sepanjang sejarah universitas. Buku ini hadir sebagai refleksi mendalam untuk mentransformasikan ibadah kurban menjadi sebuah gerakan kemanusiaan yang terstruktur.

Ketua Pelaksana Panitia Kurban UPI 2026, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., mengungkapkan bahwa karya literatur ini lahir untuk membawa sudut pandang yang lebih luas mengenai makna ibadah kurban kepada masyarakat dan dunia akademik.

“Kami ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa ibadah kurban tidak hanya sekadar ritual penyembelihan tahunan. Ini adalah sebuah gerakan besar yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dan keberlanjutan (sustainability),” ujar Agus, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI, saat diwawancarai pada Rabu (27/5).

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk meresapi rasa syukur tidak hanya melalui dimensi teologis, tetapi juga melalui aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi dan kepedulian sosial.

Di tengah sorotan isu lingkungan global, UPI berupaya mengambil peran sebagai pelopor pelaksanaan kurban yang bertanggung jawab. Buku setebal beberapa halaman ini merangkum berbagai tulisan ilmiah dan populer yang mengulas tuntas manajemen kurban ramah lingkungan (eco-friendly qurban).

Melalui gagasan tersebut, UPI membuktikan bahwa semangat religiusitas dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem.

Dengan peluncuran buku ini, UPI tidak hanya membagikan paket daging kurban untuk memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan warisan edukasi yang abadi bagi akal dan jiwa masyarakat luas. (Adia/Varel/Fauzan/RK/DN)