
Bandung, UPI
Area Amphitheater Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dimeriahkan oleh gelaran Bazar Sunda Kiwari (Basuki) 2026 pada Rabu (20/5/2026). Acara yang diinisiasi oleh Aksatadharma sebutan untuk mahasiswa semester 6 angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda UPI ini digelar sebagai bentuk implementasi praktis Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Kewirausahaan.
Pelaksanaan bazar ini sengaja disinergikan dengan perhelatan akbar Pasanggiri (lomba seni dan budaya) tingkat Jawa Barat, Riksa Budaya Sunda 2026 (RBS). Integrasi ini sukses menarik antusiasme tinggi dari para peserta lomba (patandang) dan pendamping (pangaping) hingga sejumlah produk inovatif mahasiswa habis terjual sebelum acara berakhir.
Geliat keberhasilan acara ini niscaya tidak lepas dari bimbingan penuh kepedulian dari dosen pengampu, Dr. Dede Kosasih, M.Si., Dr. Yatun Romdonah Awaliah, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Danan Darajat, S.Pd., M.Pd.
“Kegiatan Bazar Sunda Kiwari (Basuki) merupakan kegiatan yang baik dan positif dalam mengembangkan keterampilan berwirausaha mahasiswa. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa setidaknya memiliki pengalaman dalam mengelola usaha, dari mulai memunculkan ide usaha hingga eksekusi produk usaha,” ujar Danan.
Beliau menambahkan bahwa integrasi bazar ini juga memberikan dampak positif yang masif, baik untuk mahasiswa, maupun lingkungan sekitar. “Hal terpenting, bazar ini merupakan bukti nyata dari mata kuliah Kewirausahaan pada Prodi Pendidikan Bahasa Sunda (S-1), bahwa luarannya berdampak nyata yang terlihat dari munculnya ide kreatif dan produk usaha mahasiswa,” tutur Danan menegaskan.
Melaksanakan amanat akademik tersebut, Basuki diketuai oleh Ela Nurlaela secara apik selaku Ketua Pelaksana. Agenda kreatif ini menjelma menjadi wadah nyata bagi mahasiswa dalam mewujudkan ilmu bisnis melalui praktik perniagaan dan pengelolaan usaha secara mandiri. Ela mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi seluruh rekan angkatan yang mampu menyelaraskan esensi akademik ini dengan apik. Sepanjang kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga petang tersebut, mahasiswa tidak hanya berfokus pada perputaran omzet semata, melainkan turut ditempa untuk mengasah kecakapan dalam merancang, mempromosikan, hingga mempertanggungjawabkan akuntabilitas produk usaha mereka secara komprehensif.
Pastinya kegiatan ini tidak bisa teroganisir dengan baik tanpa bantuan dari Ketua Angkatan kami, Muhammad Aditya Ilyasa. “Kegiatan ini berbeda dengan kegiatan lainnya, dimana mahasiswa turun langsung dalam mengurusi segala kebutuhan, baik segi administrasi maupun produksi,” Ucap Ilyas. Ia juga mengatakan bahwa Ketua Pelaksana dalam kegiatan ini adalah Ela Nurlaela satu-satunya ketua pelaksana wanita dalam kegiatan yang pernah dilaksanakan oleh angkatan 2023 (Aksatadharma), dan dibantu oleh 77 anggota lainnya.
“Meskipun pada semester ini mahasiswa angkatan 2023 sedang dihadapkan dengan banyaknya tugas proyek pada mata kuliah lainnya, akan tetapi mereka bisa melaksanakan kegiatan ini dengan lancar sampai selesai. Ini merupakan bukti nyata Aksatadharma bergerak bersama, berdampingan dan saling menopang hingga mampu menyukseskan kegiatan ini,” pungkasnya dengan bangga.
Sementara itu, pihak panitia pelaksana Basuki juga menyampaikan rasa syukur atas antusiasme pengunjung. Area amphitheater seketika menjadi gempita oleh kehadiran panitia, patandang (peserta lomba), hingga pangaping (pendamping) RBS yang memadati stan, hingga beberapa komoditas dagang habis terjual sebelum waktunya.

Basuki 2026 menampilkan 20 produk kreatif hasil kurasi mahasiswa yang memadukan cita rasa lokal dengan tren modern. Berikut adalah daftar produk inovatif tersebut Lishi: Inovasi maki sushi khas Jepang yang diakulturasikan dengan nasi liwet, jambal roti, teri krispi, dan sambal. Ngagayem: Hidangan pasta saus creamy mentega yang menggunakan ekstrak bayam sebagai bahan dasarnya. Coomely’s & Ke-Tok: Menu olahan mashed potato bercita rasa Sunda serta kentang montok kukus isi sosis keju lumer sebagai alternatif pengganti nasi. MiAw (Mini Awug): Modifikasi kue awug tradisional versi mini dengan varian rasa modern seperti green tea dan cokelat. G-Bites: Kue gemblong kekinian dengan balutan rasa global seperti matcha dan tiramisu. Tuice (Putu Ice Cream): Es krim premium beraroma pandan alami dan gurihnya kelapa khas kue putu. Mocibu & Dipubi: Camilan kenyal mochi ubi ungu serta lumpia ubi krispi isi keju lumer. Risola: Risol renyah dengan isian khas Nusantara seperti oncom, ayam cabai hijau, rendang, hingga tape keju. Wonton Tempe & Green Pangsit: Inovasi pangsit modern berbahan dasar tempe olahan dan sayuran segar. Pisika (Keripik Siki Nangka): Camilan sehat berbasis zero waste yang memanfaatkan limbah biji nangka menjadi keripik renyah. Satala: Stik renyah berbahan dasar talas dengan varian rasa kopi gula aren hingga pedas cikur. Papritea & HerbaZ: Teh herbal bebas kafein dari paprika kaya vitamin C, serta minuman imunitas modern dari jahe, sereh, madu, dan lemon. Pudding Gumasep & BanDing: Puding sehat dari ekstrak wortel-brokoli serta puding lembut dengan kehangatan rempah bandrek tradisional. Toengkoel Eco-Charm: Aksesori gantungan tas (bag charm) buatan tangan memanfaatkan kain perca sisa produksi (upcycled fashion). Lilin Aromaterapi: Lilin wangi ekonomis yang dirancang khusus untuk meredakan stres penenang suasana.
Melalui sinergi bisnis dan pelestarian kebudayaan ini, Aksatadharma UPI membuktikan bahwa akar tradisi Sunda dapat terus dikembangkan secara kreatif agar tetap relevan, bernilai ekonomi, dan diminati oleh generasi muda. (Windiana Nurhalisa/Aksatadharma)

