
Bandung, UPI
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di satuan pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan pelatihan bagi guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung. Selasa, (23/6).
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Cepi Riyana, M.Pd. ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi era transformasi digital.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa guru memiliki peran yang sangat strategis dalam memajukan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar menjadi sumber daya manusia yang unggul, kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Perubahan zaman menuntut hadirnya generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir komputasional, memecahkan masalah, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan produktif. Oleh karena itu, guru perlu dipersiapkan agar mampu mengajarkan kompetensi tersebut kepada peserta didik sejak jenjang sekolah dasar,” ujar Asep Kusumah.
Ketua PKM, Dr. Cepi Riyana, M.Pd., dalam paparannya menjelaskan berbagai kebijakan, urgensi, serta filosofi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai langkah strategis dalam menghadapi transformasi digital. Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia, sehingga pendidikan perlu merespons perubahan tersebut melalui penguatan kompetensi abad ke-21.
“Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial bukan sekadar mengajarkan peserta didik menggunakan perangkat teknologi, tetapi membangun kemampuan berpikir logis, kreatif, kritis, kolaboratif, dan solutif. Kompetensi ini sangat dibutuhkan untuk menyiapkan talenta digital Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Lebih lanjut, Cepi Riyana menegaskan bahwa implementasi KKA di sekolah dasar perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan karakteristik perkembangan peserta didik. Guru perlu memahami konsep, pendekatan, metode, media, hingga sistem asesmen yang sesuai agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, menyenangkan, dan bermakna.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber profesional dari Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UPI yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Dr. Mario Emilzoli, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala Divisi pada Direktorat Pelatihan, Asessmen dan Sertifikasi (PAS) UPI, menyampaikan materi tentang Analisis Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Jenjang SD. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan struktur kurikulum, capaian pembelajaran, serta strategi integrasi KKA ke dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Sementara itu, Dr. Ahmad Fajad Fadlillah, M.Pd., selaku Sekretaris Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UPI, membahas mengenai Metode dan Media Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Jenjang SD. Ia memperkenalkan berbagai pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan guru, mulai dari aktivitas unplugged, penggunaan media digital interaktif, hingga pemanfaatan platform pembelajaran berbasis proyek yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik.
Materi lainnya disampaikan oleh Ridwan Sutisna, M.Pd., yang membahas Asesmen Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di Sekolah Dasar. Dalam sesi tersebut dijelaskan berbagai strategi penilaian yang dapat digunakan guru untuk mengukur kemampuan berpikir komputasional, kreativitas, pemecahan masalah, serta keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 62 guru SD yang merupakan perwakilan dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias melalui sesi paparan materi, diskusi, praktik, dan berbagi pengalaman implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah masing-masing.
Para peserta menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Mereka menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, terutama dalam menghadapi implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial. Selain menambah wawasan, pelatihan juga memberikan berbagai strategi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Yang juga sangat penting dalam implementasi KKA adalah ketersediaan buku teks pendamping sebagai acuan bagi siswa dan juga guru. Cepi Riyana sebagai penulis buku KKA dalam kesempatan tersebut membagikan secara gratis buku KKA SD kepada semua peserta, harapannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Pendidikan Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional, khususnya dalam mempersiapkan guru menghadapi tantangan era digital. Diharapkan pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di sekolah dasar, sehingga mampu menghasilkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (CR)

