Berlin, UPI

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Vanessa Gaffar, terpilih mengikuti program internasional Dialogue on Innovative Higher Education Strategies (DIES) International Deans’ Course (IDC) Southeast Asia 2026 Part I di Jerman, Juni 2026.

Program bergengsi ini berfokus pada penguatan tata kelola (governance), kepemimpinan akademik, manajemen strategis, penjaminan mutu, internasionalisasi, serta pengelolaan perubahan di lingkungan perguruan tinggi.

Pendanaan program ini didukung penuh oleh lembaga terkemuka Jerman, German Academic Exchange Service (DAAD), yang bekerja sama dengan German Rectors’ Conference (HRK), Osnabrück University of Applied Sciences, Centre for Higher Education (CHE), dan Freie Universität Berlin.

Tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-20 dari program DIES IDC. Melalui proses seleksi yang ketat, forum ini hanya menjaring 30 pimpinan perguruan tinggi terpilih dari enam negara di Asia Tenggara, yaitu Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Rangkaian program pelatihan intensif ini dibagi ke dalam tiga sesi strategis, Sesi I di Jerman pada bulan Juni 2026, Sesi II dilakukan secara online pada bulan Juli sd September 2026, serta Sesi III yang merupakan penutup akan diselengarakan di Malaysia pada bulan November 2026.

Selama dua minggu di Jerman, perwakilan UPI mengikuti berbagai modul interaktif. Pada minggu pertama di Kota Osnabrück, fokus pelatihan mengarah pada perbandingan sistem pendidikan tinggi Jerman-Asia Tenggara, project management, strategic faculty management, hingga change management. Di sini, peserta mulai menyusun Project Action Plan (PAP) sebagai rancangan aksi institusional nyata yang akan diimplementasikan di kampus masing-masing.

Pada minggu kedua di Berlin, kegiatan berlanjut dengan pendalaman PAP, manajemen konflik, serta studi banding ke Freie Universität Berlin untuk mempelajari praktik baik (best practice) dalam mengimplementasikan sustainability campus (kampus berkelanjutan).

Keikutsertaan UPI dalam program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan akademik, tata kelola, penjaminan mutu, internasionalisasi, serta pengelolaan perubahan di lingkungan perguruan tinggi. Program ini juga memberikan ruang bagi para peserta untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring internasional, dan mengembangkan rencana aksi strategis yang relevan dengan kebutuhan institusi masing-masing.

Prof. Dr. Vanessa Gaffar mengungkapkan bahwa partisipasi dalam forum ini memberikan banyak refleksi penting yang sangat relevan dengan agenda transformasi dan peningkatan reputasi internasional UPI saat ini.

“Program ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk belajar dari praktik baik pendidikan tinggi di Jerman dan Asia Tenggara. Banyak insight yang dapat dikembangkan lebih lanjut di UPI, terutama terkait strategic management, quality assurance, leadership, conflict management, dan bagaimana perubahan institusional dapat dikelola secara lebih terarah,” ujar Vanessa. Melalui keikutsertaan ini, hasil pembelajaran dan pengalaman empiris dari Jerman diharapkan dapat langsung diadopsi menjadi masukan strategis bagi perumusan kebijakan, tata kelola, serta penguatan sistem penjaminan mutu yang lebih adaptif dan akuntabel di lingkungan UPI. (VS/DN)