Bonn, UPI

Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.TP., M.Pd., terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi UNESCO-UNEVOC TVET Leadership Programme (TLP) 2026. Acara tersebut berlangsung pada 22–26 Juni 2026 di UN Campus, Bonn, Jerman.

Dr. Mustika berhasil lolos setelah melalui proses seleksi yang sangat kompetitif, menyisihkan 1.612 pendaftar dari lebih dari 160 negara. Ia menjadi bagian dari 25 peserta terpilih yang masing-masing mewakili 25 negara di dunia.

Saat ini, Dr. Mustika menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) UPI. Di Jerman, ia bergabung dengan para pemimpin, pembuat kebijakan, dan pakar manajemen pendidikan vokasi dari kawasan Afrika, Timur Tengah, Asia Pasifik, Amerika, dan Eropa.

Program tahunan ini diselenggarakan oleh UNESCO-UNEVOC dengan dukungan dana dari Pemerintah Federal Jerman. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif global bertajuk “Towards a Global TVET Agenda”.

Tahun ini, TLP 2026 mengusung tema “Leading Systems Change in TVET” (Technical and Vocational Education and Training). Selama lima hari, para peserta membedah berbagai isu strategis yang krusial bagi masa depan pendidikan vokasi dunia.

Beberapa topik utama yang dibahas meliputi kepemimpinan berbasis pola pikir sistem (systems thinking), transisi hijau dan pengembangan keterampilan ramah lingkungan (green skills), serta tata kelola kecerdasan buatan (AI) di institusi vokasi. Selain itu, program ini juga menyoroti kepemimpinan inklusif, kesetaraan gender, kerangka kualifikasi, micro-credentials, hingga kemitraan strategis dengan dunia industri.

Tidak hanya berdiskusi di dalam kelas, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Handwerkskammer Koblenz untuk melihat langsung implementasi sistem pelatihan ganda (dual training system) yang menjadi keunggulan pendidikan vokasi di Jerman. Di akhir program, Dr. Mustika bersama peserta lain mempresentasikan Rencana Aksi Institusional (Institutional Action Plan) di hadapan panel internasional.

Keterlibatan aktif UPI dalam forum internasional ini mempertegas komitmen universitas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Secara spesifik, kontribusi ini berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan vokasi (SDG 4), penguatan kesiapan tenaga kerja (SDG 8), pengembangan kurikulum ramah lingkungan sebagai respons perubahan iklim (SDG 13), serta perluasan kemitraan global melalui jaringan Alumni UNESCO-UNEVOC yang tersebar di 95 negara (SDG 17).

Diwawancarai mengenai esensi kepemimpinan dalam pengelolaan pendidikan, Dr. Mustika menekankan pentingnya visi bersama dalam sebuah organisasi.

“Kepemimpinan adalah seni membuat orang bergerak ke arah yang benar, membangun sistem, dan mengomunikasikan visi. Dengan begitu, organisasi akan berjalan bukan karena rasa takut, melainkan karena adanya tujuan bersama yang diyakini bersama,” ujar Dr. Mustika. (DN)