
Bandung, UPI
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, M.Kom., mengajak para wisudawan dan wisudawati UPI untuk menjadikan nilai-nilai kehidupan (values), integritas, dan kepercayaan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi pada saat Upacara Wisuda Gelombang III 2026 yang dilaksanakan di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Selasa (21/7/2026).
Dalam suasana yang penuh haru, Nanan Soekarna mengawali sambutannya dengan mengajak seluruh wisudawan memberikan penghormatan kepada orang tua, keluarga, dosen, guru besar, serta seluruh sivitas akademika UPI yang telah berkontribusi dalam perjalanan akademik mereka.
“Tanpa doa, kasih sayang, pengorbanan, bimbingan, dan ilmu dari mereka, mustahil kita dapat berdiri di ruangan ini pada hari yang berbahagia ini,” ungkapnya.
Menurutnya, wisuda bukanlah tujuan akhir perjalanan hidup, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat, bangsa, dan Tuhan. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki tujuan hidup yang lebih tinggi daripada sekadar memperoleh gelar akademik, jabatan, ataupun kekayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MWA UPI menitipkan tiga amanah kehidupan kepada seluruh lulusan. Pertama, menjadi hamba Tuhan yang menjadikan setiap profesi sebagai bentuk ibadah. Kedua, menjadi pemimpin, setidaknya mampu memimpin diri sendiri melalui pengendalian pikiran, hati, ucapan, dan tindakan. Ketiga, menjadi manusia yang memberi manfaat bagi sesama, karena ukuran keberhasilan hidup tidak ditentukan oleh jabatan maupun harta, melainkan besarnya manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Selain tiga amanah tersebut, ia juga menekankan tiga prinsip nilai yang perlu dijadikan pedoman dalam kehidupan profesional maupun sosial, yaitu Values for Value, Full Commitment, No Conspiracy, dan Integrity Defender. Ketiga prinsip tersebut, menurutnya, menjadi kunci dalam membangun karakter lulusan yang mampu menghadapi tantangan zaman.
Nanan Soekarna menyoroti fenomena masyarakat yang kerap lebih mengejar nilai materi, status, dan kekayaan dibandingkan membangun nilai-nilai kehidupan. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat mengikis integritas, kejujuran, dan kepercayaan yang justru menjadi modal utama dalam membangun hubungan profesional maupun sosial.
Ia mengajak seluruh lulusan UPI untuk memilih jalan yang berbeda dengan membangun values sebagai fondasi kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai yang baik akan melahirkan integritas, integritas akan melahirkan kejujuran, kejujuran membangun kepercayaan (trust), dan kepercayaan akan memperluas jejaring (networking) yang pada akhirnya membuka berbagai kesempatan untuk berkarya dan mengabdi.
Pada akhir sambutannya, Ketua MWA UPI menegaskan bahwa Universitas Pendidikan Indonesia tidak hanya menyerahkan ijazah kepada para lulusan, tetapi juga menitipkan amanah agar mereka menjadi alumni yang cerdas, berintegritas, kompeten, dapat dipercaya, serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar selalu menjaga nama baik keluarga, almamater, dan profesi, serta terus membangun warisan kebaikan (legacy) melalui karya dan pengabdian.
Wisuda Gelombang III Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi para lulusan UPI untuk memasuki dunia profesional dengan bekal ilmu pengetahuan sekaligus karakter yang kuat. Melalui pesan yang disampaikan Ketua Majelis Wali Amanat, UPI kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap kemajuan bangsa dan kemanusiaan. (RI/DN)

