Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan International Seminar on Physical Education, Sport, and Health (ISPESH) Ke-6 sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan kolaborasi akademik di tingkat internasional. Seminar ini menghadirkan keynote speaker dari Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, serta Dr. Ust. Adi Hidayat yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap bidang olahraga dan pendidikan.

Kepala Program Studi PJKR UPI, Dr. Carsiwan, M.Pd. menjelaskan bahwa ISPESH telah menjadi agenda ilmiah yang secara konsisten diselenggarakan setiap tahun. Menurutnya, seminar internasional ini bertujuan memperluas wawasan akademik dan menghadirkan berbagai perspektif dari para pakar dunia dalam upaya mengembangkan pendidikan jasmani yang mampu mengoptimalkan potensi peserta didik.

“Alhamdulillah Prodi PJKR UPI dengan konsisten menyelenggarakan seminar internasional dan akan terus kami laksanakan agar masyarakat kita, bangsa kita, terutama anak didik kita bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki,” ungkap Dr. Carsiwan.

Ia menambahkan bahwa pengalaman dan praktik terbaik dari berbagai negara menjadi referensi penting yang dapat diadaptasi dalam pengembangan pendidikan jasmani di Indonesia.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan ISPESH Ke-6 adalah kolaborasi antara aspek olahraga dan nilai-nilai spiritual melalui kehadiran Dr. Ust. Adi Hidayat sebagai keynote speaker. Menurut Dr. Carsiwan, Adi Hidayat tidak hanya dikenal sebagai pendakwah, tetapi juga memiliki pengalaman sebagai atlet tenis meja sehingga memahami pentingnya keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.

Ia menilai bahwa gagasan yang disampaikan Dr. Adi Hidayat dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk membangun pendidikan jasmani yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan peserta didik.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan, ISPESH juga berfungsi sebagai wadah peningkatan produktivitas penelitian dosen. Dr. Carsiwan menjelaskan bahwa tuntutan publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi internasional, khususnya yang terindeks Scopus, terus meningkat. Oleh karena itu, penyelenggara telah menjalin kerja sama dengan sejumlah penerbit jurnal internasional agar hasil penelitian para peserta memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan.

Pada tahun ini, Prodi PJKR UPI menargetkan jumlah artikel yang berhasil dipublikasikan melalui seminar dapat melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 30 artikel. Target tersebut didukung oleh partisipasi 35 dosen PJKR, dosen dari program studi lain di lingkungan FPOK, serta berbagai mitra perguruan tinggi di Indonesia yang turut mengirimkan karya ilmiah terbaik mereka.

Antusiasme peserta terhadap penyelenggaraan ISPESH Ke-6 juga terlihat dari tingginya jumlah presenter yang terlibat. Lebih dari 100 presenter dijadwalkan mengikuti seminar secara luring maupun daring. Selain sivitas akademika UPI, seminar ini juga diikuti oleh peserta dari sekitar empat hingga lima perguruan tinggi yang bekerja sama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Melalui penyelenggaraan ISPESH Ke-6, Prodi PJKR UPI berharap seminar ini tidak hanya menjadi forum ilmiah untuk berbagi hasil penelitian, tetapi juga mampu memperkuat jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kualitas publikasi akademik, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di Indonesia maupun dunia. (Varrel)