Sukabumi, UPI

Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan dan pendampingan Deep Learning (pembelajaran mendalam) berbasis Pancawaluya bagi puluhan guru Bahasa Sunda se-Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung secara hibrida, diawali sesi daring pada Sabtu (18/7/2026) dan dilanjutkan sesi luring di Aula Yayasan Pradita Adhigana Global School (PAGS), Warudoyong, Kota Sukabumi, Selasa (21/7/2026).

Program yang diketuai oleh Dr. Haris Santosa Nugraha, M.Pd., bersama anggota Agus Suherman, M.Hum., dan Ranu Sudarmansyah, M.Pd., ini menggandeng Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Sunda Kota dan Kabupaten Sukabumi. Pelatihan dirancang secara khusus untuk mentransformasi metode mengajar guru daerah yang selama ini masih cenderung konvensional.

Inovasi utama dalam program ini terletak pada pengintegrasian lima nilai filosofi Pancawaluya yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil) ke dalam seluruh komponen pembelajaran, mulai dari perencanaan, bahan ajar, media, hingga instrumen asesmen.

“Bahasa Sunda bukan sekadar mata pelajaran di sekolah, melainkan wahana pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi Jawa Barat. Nilai cageur, bageur, bener, pinter, dan singer harus hadir nyata dalam pengalaman belajar peserta didik, bukan sekadar disampaikan sebagai nasihat,” tegas Ketua Tim PkM, Dr. Haris Santosa Nugraha, M.Pd.

Tahap daring berfokus pada pretes serta pembekalan penyusunan perencanaan dan media pembelajaran mendalam berbasis Pancawaluya. Sementara pada tahap luring, peserta mendapatkan materi lanjutan terkait pengembangan bahan ajar dari Prof. Dr. Yayat Sudaryat, M.Hum., serta teknik asesmen mendalam dari Prof. Dr. Usep Kuswari, M.Pd.

Perwakilan MGMP Bahasa Sunda, Asep Fajar Ansori, M.Pd., menyambut positif pelatihan ini karena dinilai aplikatif dan langsung menjawab kebutuhan para guru di ruang kelas.

“Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga berlatih menyusun perangkat, mendapatkan contoh penerapan, hingga pendampingan langsung. Kami berharap kemitraan dengan FPBS UPI terus berlanjut,” ungkap Asep.

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi, A.Md.LLAJ., S.IP., M.Si. Turut hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, yang menegaskan sinergi kuat dalam memperkuat posisi mata pelajaran muatan lokal di tingkat sekolah maupun madrasah.

Sebagai tindak lanjut, tim UPI dan MGMP akan melanjutkan proses pendampingan di kelas melalui sesi refleksi, evaluasi, hingga pembuatan bank modul ajar bersama.

Program kolaboratif ini juga menjadi langkah nyata UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)—khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui pelindungan warisan budaya), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui ikhtiar ini, Bahasa Sunda diharapkan terus hidup dan menjadi sarana pembentukan generasi muda Jawa Barat yang berkarakter kuat. (Haidar dan Febri)