
Bandung, UPI
Dosen Program Studi Manajemen Resort dan Leisure (MRL) FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Widyastuti, M.P.Par., memimpin penelitian lintas kampus terkait tata kelola dan kebijakan revitalisasi kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang. Penelitian ini dilakukan melalui kolaborasi bersama dosen Pendidikan Sejarah UPI, Syarah Nurul Fajri, M.A., serta dosen Usaha Perjalanan Wisata Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Pemerintah Kota Semarang.
Studi kolaboratif ini difokuskan pada analisis kebijakan tata kelola cagar budaya agar kawasan bersejarah tidak sekadar mengalami penataan fisik, tetapi juga mampu menjadi destinasi wisata yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Peneliti UPI, Widyastuti, M.P.Par., menjelaskan bahwa Kota Lama Semarang dipilih sebagai objek penelitian karena dinilai sukses mengintegrasikan pelestarian nilai sejarah dengan ekonomi kreatif dan pemanfaatan ruang publik sejak dimulainya revitalisasi pada 2017.

“Keberhasilan sebuah kawasan heritage tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, melainkan juga sistem tata kelola yang mampu menjaga keberlanjutan kawasan, mempertahankan identitas sejarah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Widyastuti.
Salah satu fokus utama penelitian ini adalah mengkaji penerapan konsep adaptive reuse, yakni pemanfaatan kembali bangunan bersejarah untuk fungsi baru seperti museum, galeri seni, hotel butik, hingga ruang kreatif tanpa menghilangkan karakter alaminya. Melalui pendekatan ini, bangunan tua tetap lestari sekaligus menjadi penggerak ekonomi lokal.
Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya collaborative governance atau sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas pelestari, pelaku usaha, dan masyarakat lokal.
Menggunakan pendekatan policy transfer, tim peneliti berharap praktik baik pengelolaan kawasan Kota Lama Semarang dapat diadaptasi oleh kawasan heritage di wilayah lain, seperti Kota Tua Bandung dan destinasi bersejarah di berbagai daerah di Indonesia.

Inisiatif riset multidisiplin ini turut menjadi bagian dari komitmen UPI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pelindungan cagar budaya dan penguatan tata kelola kota yang berkelanjutan. (DN)

